Pemkot Buka Angkutan Umum Lingkungan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 16 April 2018 - 10:53:30 WIB   |  dibaca: 39 kali
Pemkot Buka Angkutan Umum Lingkungan

TRAYEK : Angkot antre mengisi bahan di salah satu SPBU di Kota Serang, kemarin. Tahun ini Dinas Perhubungan Kota Serang akan membuka jalur baru yaitu angkutan umum tidak dalam trayek atau angkutan umum lingkungan.

SERANG- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Perhubungan akan membuat jalur angkutan umum tidak dalam trayek atau angkutan lingkungan. Angkutan ini akan melayani jalur-jalur yang tidak dilalui oleh angkutan trayek yang saat ini sudah ada.

Kepala Bidang Angkutan Darat pada Dinas Perhubungan Kota Serang Bambang Gartika mengungkapkan bahwa angkutan umum tidak dalam trayek diperlukan karena ada sejumlah kebutuhan akan angkutan umum tidak dalam trayek ini.

Ia mencontohkan kebutuhan masyarakat ketika akan menuju ke Rumah Sakit Umum Daerah Kota Serang atau ke Pasar Kasemen yang ada di Kelurahan Margaluyu. Dengan adanya angkutan umum tidak dalam trayek ini maka masyarakat masih dapat menggunakan angkutan umum yang langsung menjangkau lokasi lokasi strategis. "Bentuk kendaraannya nanti kecil seperti bajai," ujar Bambang, Minggu (15/4).

Untuk penentuan tarif ongkos angkutan umum tidak dalam trayek Bambang mengungkapkan bahwa sampai saat ini belum ada pembahasan mengenai hal itu. Namun sebelum diterapkan ia bersama dengan semua pihak yang terkait akan membahas mengenai tarif angkutan umum tidak dalam trayek.

Ia menargetkan angkutan umum tidak dalam trayek ini akan ada di setiap kecamatan di Kota Serang. Jumlah angkutan tidak dalam trayek per kecamatan disesuaikan dengan luas dan jumlah penduduk, sekitar 300 angkutan.


 Terkait keberadaan ojek yang selama ini dimanfaatkan oleh masyarakat yang ingin berpergian ke sejumlah jalur yang tidak dilayani oleh angkutan trayek Bambang mengatakan bahwa ojek sesungguhnya bukanlah angkutan umum karena merupakan kendaraan pribadi.

Sementara angkutan umum tidak dalam trayek merupakan hal yang sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 yang mana mengatur tentang angkutan kawasan. Karena itu legal standing angkutan umum tidak dalam trayek ini adalah sah secara hukum.
 
"Nanti yang mengelola angkutan ini adalah para pengusaha yang memiliki badan hukum, sama seperti pengelolaan angkot," tuturnya seraya menambahkan sampai saat ini pembuatan peraturan walikota sudah akan dibuat dan saat ini sudah ada di Bagian Hukum Setda Kota Serang.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Serang M Ali Surohman mengkhawatirkan keberadaan angkutan tidak dalam trayek akan membuat jumlah angkutan semakin banyak di Kota Serang, sehingga menyebabkan kemacetan. Apalagi untuk skala lingkungan sudah ada becak, ojek pangkalan dan ojek online.

Apalagi khusus warga yang hidup di komplek sudah mempunyai kendaraan pribadi, terutama kendaraan roda dua. "Bagi saya buat apa? Di kompleks sudah banyak yang punya kendaraan sendiri, yang ada nanti akan menimbulkan masalah baru," katanya.

Ia juga mengkhawatirkan terjadinya gesekan antara angkutan umum tidak dalam trayek dengan ojek pangkalan dan ojek online serta tukang becak. Keberadaan ojek online pertama kali sempat menimbulkan konflik yang dinilai merusak pangsa pasar ojek pangkalan.

Karena itu bila ada lagi saingan bagi para ojek pangkalan maka tidak menutup kemungkinan akan kembali memantik konflik."Belum tentu juga angkutan itu akan dimafaatkan warga," kata politisi PDIP ini. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook