PCM Raih Laba Rp 29,9 Miliar

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Senin, 16 April 2018 - 14:03:16 WIB   |  dibaca: 181 kali
PCM Raih Laba Rp 29,9 Miliar

KANTOR PT PCM : Seorang pengendara sepeda motor melintasi di depan Kantor PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) di Jalan Raya Merak, Kelurahan Tamansari, kecamatan Pulomerak, Minggu (15/4).

CILEGON - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, yakni PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) selama 2017 berhasil memperoleh laba bersih sebesar Rp 29,9 miliar.

Nilai tersebut meningkat sekitar delapan persen dari 2016 yang hanya mendapat laba bersih sekitar Rp 25 miliar. Meskipun demikian, dari jumlah laba bersih itu, sumbangan PT PCM terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya Rp 7,2 miliar.


Direktur Operasional dan Komersil PT PCM, Akmal Firmansyah mengatakan, selain laba bersih yang meningkat sekitar delapan persen, PT PCM selama 2017 lalu berhasil mengumpulkan pendapat sebesar Rp 114 miliar.

Nilai tersebut meningkat dari 2016 sebesar Rp 98,4 miliar. "Tren positif ini akan kita jaga, meski kompetisi pelayanan jasa pandu dan tunda kapal semakin terbuka," kata Akmal usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Hotel Grand Mangkuputra Cilegon, Jumat (15/4).


Dijelaskan Akmal, dari peningkatan laba bersih dan pendapatan tersebut, subangan PT PCM terhadap PAD Kota Cilegon 2017 juga turut meningkat. PT PCM juga berhasil memenuhi target PAD yang dicanangkan oleh Pemkot Cilegon. "Pada 2016, PT PCM menyumbang PAD Rp 6,8 miliar, 2017 meningkat menjadi Rp 7,2 miliar.

Target Pemkot Cilegon juga yang dibebankan ke PCM juga Rp 7,2 miliar, jadi target terpenuhi. Laporan keungan PT PCM 2017 juga sudah melalui tahap audit oleh pihak independen dan mendapat predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian)," jelasnya.


Pendapatan PT PCM tersebut, tambah Akmal, disumbang oleh pelayanan jasa pandu dan tunda kapal yang bekerjasama dengan PT Krakatau Bandar Samudera (KBS). Kedepan, PT PCM akan mengembangkan usaha di bidang lain seperti yang menjadi prioritas utama adalah pembangunan Pelabuhan Warnasari. "PCM juga berkeinginan berbisnis di penyediaan air bersih bagi kapal, serta sektor bisnis lain seperti oil boom (Penanganan limbah di laut-red)," tambahnya.


Menurut Akmal, jika Pelabuhan Warnasari sudah jadi, tentu pendapatan PT PCM akan meningkat drastis, begitu pula sumbangan PAD kepada Pemkot Cilegon. Pada 2018 ini, pihaknya juga berharap bisa meningkat sumbangan PAD lagi.

Meskipun, PT PCM juga masih banyak membutuhkan dana untuk keperluan rumah tangga perusahaannya. "Kita berencana melakukan peremajaan Kapal Tugboat untuk meningkatkan pelayanan jasa pandu dan tunda kapal. Saat ini Tugboat PCM usianya sudah 15 tahun," tuturnya.


Disinggung terkait progres pembangunan Pelabuhan Warnasari, Akmal mengakui prosesnya lamban. Hal ini terjadi lantaran proses perizinan yang saat ini berada di tangan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI masih mandek. "Perizinan Amdal sudah kita serahkan ke Kemenhub, tapi izinnya tidak keluar-keluar. Jajaran komisaris juga akan berusaha menemui pihak Kemenhub dalam waktu dekat," akunya.


Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi mengapresiasi kinerja PT PCM. Pasalnya, peningkatan pendapatan PT PCM dan sumbangan PAD. Pendapatan tersebut bisa meningkat jika Pelabuhan Warnasari selesai dibangun. Akan tetapi, saat ini masih ada kendala pada proses perizinan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) di Kemenhub RI. "Semoga ini cepat selesai perizinannya," harapnya.

Edi menegaskan, terkait dengan dana Rp 98 miliar yang disertakan oleh Pemkot Cilegon ke PT PCM dua tahun lalu, akan diperuntukkan bagi pembangunan akses masuk Pelabuhan Warnasari. "Kalau akses jalan ini sangat penting, karena pengguna pelabuhan juga melihat akses jalan untuk menggunakan Pelabuhan Warnasari," tegasnya. (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook