Peternakan Ayam Dikeluhkan Warga

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Senin, 16 April 2018 - 14:05:47 WIB   |  dibaca: 291 kali
Peternakan Ayam Dikeluhkan Warga

TERNAK AYAM : Peternakan ayam tampak menempel dengan tembok kantor Kelurahan Purwakarta. Akibatnya, bau menyengat dan lalat mengganggu staf kelurahan dan pemukiman warga.

CILEGON – Warga Rukun Tangga (RT) 02/01, Lingkungan Lingkar Cilentrang, Kelurahan/Kecamatan Purwakarta mengeluh adanya aktifitas peternakan ayam yang tidak jauh dari pemukiman warga. Pasalnya, peternakan tersebut menimbulkan bau tidak sedap dan juga mengakibatkan banyak lalat yang berkeliaran di pemukiman warga.

Warga Rukun Tangga (RT) 02/01, Lingkungan Lingkar Cilentrang, Kelurahan/Kecamatan Purwakarta, Alimani yang rumahnya tidak jauh dari peternakan mengeluhkan situasi itu, karena setiap harinya harus mencium bau tidak sedap yang ditimbulkan oleh aktifitas peternakan.

Disamping itu, peternakan juga mengakibatan lalat cukup banyak, sehingga setiap harinya terganggu karena adanya lalat yang banyak dirumahnya. Atas dasar itu, Alimin keberatan dan meminta pihak pemerintah kelurahan untuk menutup peternakan tersebut. "Intinya kami keberatan masa ada peternakan ayam di tengah-tengah rumah warga.

Saya dan warga lainnya meminta pemerintah kelurahan bisa melakukan tindakan untuk menutup peternakan tersebut, karena bau dan lalatnya sangat mengganggu," kata Alimani kepada Banten Raya, Sabtu (14/5).


Alimani menjelaskan, selain keberadaan lokasi ditengah pemukiman, lokasi kandang juga berada tepat dibelakang kantor kelurahan. Seharusnya hal tersebut membuat pihak kelurahan juga terganggu, sehingga bisa melakukan penutupan. "Lokasinya juga nempel dengan tembok kelurahan. Tentu sebanarnya mereka juga terganggu karena baunya. Saya harap tidak ada alasan lagi jika kandang tersebut harus ditertibkan karena manggunggu warga," jelasnya.

Sementara itu, Staf Kelurahan Purwakarta yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan, pemerintah kelurahan pernah melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah kecamatan.

Namun, karena peternakan tersebut dimiliki oleh salah satu tokoh masayrakat, sehingga pemerintah kecamatan tidak sampai melakukan penertiban kandang. "Sudah pernah dilaporkan kepada kecamatan dan selang beberapa waktu aktifitasnya dihentikan. Namun, menurut informasinya kandang tersebut disewakan kepada orang lain, sehingga pemerintah  kelurahan agak kesulitas mencari pemiliknya," ungkapnya. 


Ia menambahkan, selain pernah ditutup sementara, pemilik sebelumnya juga pernah berjanji untuk membereskan atau membongkar kandang tersebut. Numun, ternyata tidak dibongkar malah disewakan kepada orang lain.

 "Dikiranya juga setelah di tutup akan dibongkar, ternyata malah diisi lagi. Sekarang posisinya menimbulkan bau menyengat dan lalat, terlebih lagi jika usai hujan. Karena posisinya persis dibalik kantor kelurhan maka secara otomatis pelayanan juga terganggu karena banyak lalat," tambahnya. (uri)
 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook