Diperkimta Gandeng Warga Kelola TPU Sari Mulya

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Jumat, 20 April 2018 - 12:45:39 WIB   |  dibaca: 245 kali
Diperkimta Gandeng Warga Kelola TPU Sari Mulya

NIKMATI TAMAN : Suasana sosialisasi pengelolaan TPU Terpadu Sari Mulya kepada warga, Rabu (18/4) lalu.

TANGSEL-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berencana membangun Taman Pemakaman Umum (TPU) Terpadu Sari Mulya di kawasan Curug Babakan, Kecamatan Setu. Targetnya dalam waktu dekat akan segera terwuju.


Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimta) bersama Anggota Komisi lV DPRD Kota Tangsel, Eeng Sulaeman pun melakukan sosialisasi kepada para warga penggarap lahan. Sebab selama ini masyarakat sekitar telah lama menggantungkan hidupnya di atas lahan TPU Terpadu Sari Mulya.


Kepala Seksi Pemakaman pada Disperkimta Kota Tangsel Nazmudin mengatakan, lahan seluas 21 hektar tersebut sebelumnya sudah dibebaskan oleh para pengembang perumahan.
"Sebelum lahan ini diratakan, kita sosialisasikan dulu kepada para penggarap soal rencana besar pembuatan TPU Sari Mulya ini," katanya, kemarin (18/4).


Menurut Nazmudin, perataan lahan TPU yang akan dilakukan selama dua bulan kedepan. Tahapannya akan diawali dengan pembuatan tapak bangunan. Sedangkan, proses pembangunan TPU Terpadu Sari Mulya mulai digarap pada 2019 mendatang."Dua bulan lagi kita lakukan perataan lahannya. Kalau pembangunannya tahun depan. Rencananya, yang akan dibangun tujuh hektar dulu dari luas lahan 21 hektar," terangnya.


Sementara itu, Anggota Komisi lV DPRD Kota Tangsel Eeng Sulaeman menyambut baik adanya sosialisasi yang dilakukan Pemkot Tangsel terkait rencana pembangunan TPU Terpadu Sari Mulya. Langkah ini untuk menghindari gejolak lantaran ketidaktahuan warga soal penataan yang akan dilakukan pemerintah daerah.


"Karena lahan ini juga ada penghuninya, ada penggarapnya. Jangan sampai pemerintah daerah mau menata, malah ada gejolak karena belum diinformasikan kepada warga," ujar Eeng.
Dari hasil rapat bersama para penggarap, Eeng jelaskan, ada beberapa keinginan warga yang lahan garapanya akan diratakan untuk TPU Terpadu Sari Mulya. Salah satunya warga meminta agar nantinya ikut diberdayakan menjadi pegawai di TPU tersebut.


"Karena kan warga selama ini menggantungkan hidup dari lahan garapan yang ada disini. Jadi warga yang lahan garapannya akan diratakan, meminta agar diberdayakan juga. Minimal mereka bisa dijadikan pegawai disini," terangnya.


Lanjut Eeng, warga yang lahan garapannya akan diratakan untuk TPU, juga tidak meminta ganti untung. Karena, Eeng bilang, warga mengakui jika lahan yang selama ini digarap, bukan merupakan lahan hak milik warga.


"Tadi saya tanya juga ke warga, waktu mereka menggarap juga tidak ada perjanjian hitam diatas putih. Jadi warga tidak meminta ganti untung, karena memang bukan lahan warga," tandasnya.


Sementara itu, Tanjung (46), salah satu petani lahan garapan TPU Terpadu Sari Mulya mengatakan bahwa dirinya tidak menolak rencana pemerintah membangun TPU diatas lahan garapan warga. Namun begitu, Tanjung meminta agar warga yang selama ini menggarap lahan, dapat diberdayakan kembali.


"Minimal kita diberdayakan. Selama ini kita bertani diatas lahan ini. Karena sayang, kalau tidak diurus, lahan ini mubazir. Jadi tinggal bagaimana pemerintah merekrut warga untuk dijadikan pegawai disini," tandasnya. (*/marjuki)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook