PT CLS Kembali Pungut Parkir Ramayana

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Sabtu, 21 April 2018 - 11:48:26 WIB   |  dibaca: 200 kali
 PT CLS Kembali Pungut Parkir Ramayana

JUMPA PERS : Pengusaha lokal dan sejumlah warga memberikan keterangan pers terkait pemungutan kembali tarif parkir di Ramayana yang sudah berlangsung selama 2 pekan di Sari Kuring Indah Cilegon, Jumat (20/4).

CILEGON – Sejumlah pengusaha lokal serta warga mempertanyakan pemungutan kembali tarif parkir di Ramayan Cilegon yang dilakukan oleh PT Charles Lestari Sentosa (CLS), Jumat (20/4). Pasalnya, PT CLS sampai sekarang belum mengantongi kembali izin untuk melakukan pemungutan di area parkir Ramayanan. Namun, pada kenyataannya PT CLS telah melakukan pemungutan tarif parkir.


Warga Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Hamami mengatakan, pungutan parkir tersebut sudah dilakukan selama dua pekan. Padahal, PT CLS yang merupakan salah satu anak perusahan Ramayana yang belum mengantongi izin serta pembekuan izin penutupan belum dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

(DPMPTSP) Kota Cilegon. "Yang kami ketahui, setelah datang ke (DPMPTSP-red) Kota Cilegon belum ada dan hanya sedang melakukan pengurusan. Saat kami bicara sama Dishub (Dinas Perhubungan) Kota Cilegon juga hanya sebatas rekomendasi saja," kata Hamami kepada Banten Raya, Jumat (20/4).


Hamami menjelaskan, pemungutan kembali yang dilakukan oleh PT CLS merupakan pemungutan ilegal. Untuk itu, pihaknya meminta kepolisian dan aparat hukum lainnya melakukan penyidikan terjait hal tersebut."Seharusnya itu masuk retribusi dan kas daerah. Namun, karena ilegal maka kami akan laporkan kepada pihak kepolisian. Kami harap juga ini dituntaskan, karena kami juga curuga ada aparat yang bermain," jelasnya.

Sementara itu, Pengusaha Lokal, Dede Rohana Putra mengungkapkan, pihak Ramayana seharusnya tidak mengizinkan adanya retribusi kembali yang dilakukan oleh PT CLS. Pasalanya, izin parkir yang masih di proses belum diterbitkan oleh DPMPTSP Kota Cilegon.

Dede juga meminta agar pihak Ramayana untuk memberikan kesempatan warga lokal dan pengusaha lokal untuk mengelola parkir tersebut. "Jelas belum keluar izinnya tapi berani memungut biaya parkir. Ini berizin apa parkir liar. Saya sudah ketemu Pak Tunggul (Pegawai DPMPTSP Kota Cilegon) ternyata belum dikeluarkan izinnya," ungkapnya.


Sementara itu, Supervisor Parkir PT CLS, Asep Saefudin saat ditanya persoalan pemungutan kembali parkir di Ramayana yang dilakukan oleh PT CLS enggan memberikan keterangan. Sebab, hal tersebut merupakan kewenangan pimpinan."Bukan kewenangan saya untuk masalah itu.

Sebab, itu ranahnya pimpinan. Jadi, silahkan tanya saja langsung dan saya kebetulan seadang dijalan," katanya.Perwakilan Manajemen PT CLS, Andreas tidak menjawab panggilan telpon dan tidak membalas pesan singkat atau Short Massage Services (SMS). (uri)    

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook