Pemprov Putus KSO PT BGD

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 23 April 2018 - 10:57:20 WIB   |  dibaca: 219 kali
Pemprov Putus KSO PT BGD

SERANG – Pemprov Banten dalam waktu dekat ini bakal mengaudit dan memutus sebagian kerja sama operasional (KSO) PT Banten Global Development (BGD). Hal tersebut dilakukan sebagai upaya membenahi BUMD milik pemprov itu agar bisa lebih berkembang lagi.


Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, sebagai perusahaan plat merah, Pemprov Banten  selalu berusaha agar PT BGD bisa maju. Untuk langkah awal ini pemprov berencana melakukan evaluasi terhadap seluruh KSO PT BGD.


“Saya lagi kaji juga dengan Pak Gubernur (Wahidin Halim-red). Bagaimana BGD juga kan saya lihat mereka memiliki potensi-potensi anak perusahaan bisnis (KSO-red) yang juga menguntungkan,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.


Mantan anggota DPD RI itu menuturkan, adapun kebijakan yang akan diambil dari evaluasi adalah dengan memutuskan sejumlah KSO yang dinilai tak menguntungkan. Sebaliknya, pemprov akan mempertahankan KSO yang berpotensi besar atau memang menguntungkan. “Nanti akan kita potong mana yang rugi, itu kita buang. Dari segi teknisnya yang menguntungkan itu yang dipertahankan, dari sisi segmen bisnisnya,” katanya.


Disinggung apakah pemprov juga akan melakukan perombakan jajaran direksi, Andika mengamininya. Minimal, PT BGD akan memiliki direktur utama yang baru. Sebab, direktur utama PT BGD Agus Ruswensi telah diangkat menjadi komisaris utama Bank Banten. “Kalau rombak kan kemarin itu (Agus Ruswendi-red) nya jadi komisaris (utama Bank Banten). Jadi masih ada kekosongan,” ungkapnya.


Meski demikian, diakuinya hingga saat ini pihaknya belum menemukan sosok yang pas untuk menduduki jabatan tersebut. Pemprov ingin menempatkan sosok yang benar-benar paham cara memajukan PT BGD. “Tapi sampai saat ini saya belum menemukan sosok yang akan duduk di BGD, yang memiliki visi dalam kaitan pengembangan bisnis BGD, agar bisa berkembang secara maksimal,” tuturnya.


Sebelumnya, Gubernur Banten Wahidin Halim menyebut permasalahan di PT BGD saat ini dalam kondisi akut. Menurutnya, jika kondisi tersebut tidak dapat ‘disembuhkan’, BGD akan dibubarkan.


“Makanya, kita biarkan sementara. Selama ini kita Masukin dulu ke RS, kita opname dulu sambil cari jalan keluarnya. Udah diinfus, juga sudah diterapi. Ada banyak penyakit yang akut memang di situ (BGD),” katanya.


Pria yang akrab disapa WH itu mengungkapkan, ada 36 kerja sama operasi (KSO) atau mitra BGD yang dalam kondisi pontang-panting. Menurutnya, PT BGD harus sehat terlebih dahulu agar bisa menjalankan tugas pemerintah daerah.


“Jujur bahwa BGD ini sebuah perusahaan yang sangat bagus dibentuk untuk mengatasi berbagai persoalan termasuk menjadi andalan pemerintahan daerah. Tapi sayang kondisi sekarang ini kegemukan, tidak bisa bergerak. 36 KSO-nya dalam keadaan yang masih pontang-panting,” tuturnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook