Banten Pulang Tangan Hampa

nurul roudhoh   |   Banten Sport  |   Selasa, 24 April 2018 - 14:31:56 WIB   |  dibaca: 577 kali
Banten Pulang Tangan Hampa

TIM BANTEN : Tim Renang Banten berfoto usai mengikuti Kejurnas Renang kelompok Umur di Surabaya.

SERANG – Tim renang Banten pulang dengan tangan hampa usai mengikuti kejuaraan nasional (kejurnas) renang kelompok umur (KU) yang dihelat di kolam renang KONI Jawa Timur (Jatim), Surabaya, Jatim, 16-20 April. Meskipun gagal membawa satu keping medali pun, 11 atlet renang Banten yang diterjunkan ini mayoritas mengalami peningkatan dari segi limit waktu.


Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Banten Moch Poppy Nopriadi mengatakan, para atletnya sudah berjuang maksimal untuk menjadi yang terbaik di kolam renang.

Hanya saja, lanjut dia, kompetitor yang dihadapinya memiliki jam terbang lebih tinggi dibandingkan atletnya. “Sebetulnya atlet-atlet renang kita sudah bertanding maksimal. Cuma lawan-lawannya yang dihadapinya secara kemampuan limit waktunya lebih baik dari atlet-atlet Banten,” kata Poppy didampingi Sekretaris Umum Pengprov PRSI Banten Djajang Drajat, kepada Banten Raya, Senin (23/4).


Meski demikian, lanjut dia, pihaknya merasa bangga atas performa 11 perenangnya. Pasalnya, secara limit waktu mengalami peningkatan. “Kalau dilihat dari limit waktu, justru atlet-atlet renang kita mengalami peningkatan dari segi rangking dan limit waktu. Contoh M. Alifka Ihsan. Atlet perenang Kota Cilegon ini mampu masuk tujuh besar di KU 1. Ini pencapaian terbaiknya karena sebelumnya hanya di peringkat sepuluh besar,” ungkap dia.


Usai kejurnas masih kata Poppy, pihaknya akan melakukan evaluasi besar-besaran. Ini demi menggapai prestasi di sejumlah single event atau pun multievent nasional yang akan datang. “Target kita adalah meloloskan atlet ke PON XX sebanyak-banyaknya. Supaya atlet renang Banten berlaga di PON 2020 di Papua. Makanya selain latihan diintensifkan, juga harus banyak ikut kejuaraan supaya limitnya terus lebih baik dan mampu bersaing dengan atlet dari daerah lain,” pungkasnya.


Senada dikatakan Sekum Pengprov PRSI Banten Djajang Drajat. Menurut dia, tujuan awal pihaknya mengirimkan 11 perenangnya itu untuk menambah jam terbang anak didiknya. “Tujuan utamanya kan untuk memberikan kesempatan lebih kepada atlet-atlet baru supaya jam terbangnya terus bertambah. Soalnya kami punya rencana jangka panjang. Kami berharap nantinya mereka ini jadi andalan untuk tim renang Banten di masa yang akan datang salah satunya untuk PON XX Papua 2020,” tutur Djajang.


Ia menyebutkan, 11 atletnya yang diikutsertakan pada single event nasional itu yakni, Insanul Kamil AP KU II (Kota Serang), Steffi G Sinay KU II (Kota Tangsel), Theresa Nadia H KU II (Kab. Tangerang), M. Ramadhan Islami KU III (Kota Serang), Dimas Rashya KU III (Kota Tangsel), Felicia Gabriela KU (Kota Cilegon), Genie Idhihar Putri KU III (Kota Tangsel), Jennifer Titaniarani KU IV (Kab. Tangerang), Naiya Alifa Asmoro KU IV (Kab. Serang), Yonathan C Wijaya KU IV (Kota Tangsel), dan M. Alifka Ihsan KU I (Kota Cilegon). (harir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook