Hujan Lebat Masih akan Terjadi

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 26 April 2018 - 10:49:16 WIB   |  dibaca: 388 kali
Hujan Lebat Masih akan Terjadi

SERANG - Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Klas 1 Serang Tarjono mengatakan, cuaca ekstrem yang terjadi belakangan dipicu oleh terjasinya sirkulasi siklonik di Selat Karimata pada level 925/700 mb. Di Samudera Hinda Barat Daya Sumatera pada level 925/870 mb dan Laut Sulawesi Timur serta Kalimantan Utara pada level 925/850 mb.


 “Sirkulasi siklonik di sekitar perairan wilayah Indonesia dan adanya aliran udara basah dari Samudera Hindia memengaruhi peningktan potensi hujan lebat disertai angina kencang, kilat atau petir,” ujarnya kepada Banten Raya, Rabu (25/4).


Ia menuturkan, terkait hal tersebut pihaknya sduah mengeluarkan surat peringatan dini bentuk antisipasi cuaca ekstrem kepada pihak terkait. Selain Banten, sejumlah wilayah di Indonesia juga mengalami hal serupa.  “Peringatan dini berlaku sejak 24 hingga 26 April untuk beberapa tempat di wilayah perairan Indonesia, termasuk Banten. Untuk 26 April, Banten berpotensi terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan kilat,” katanya.


Selain di Cilegon, banjir juga terjadi di lima kecamatan di Kabupaten Serang. Lima kecamatan yang dimaksud yaitu Kecamatan Padarincang, Mancak, Cinangka, Gunungsari, dan Kecamatan Kramatwatu. Akibat banjir tersebut ratusan rumah warga terendam air dan sejumlah akses jalan terendam dan menyebabkan kemacetan panjang.


Informasi yang berhasil dihimpun, sebanyak 289 rumah di Desa Citasuk dan Cikalumpang, Kecamatan Padarincang terendam, sedangkan di Desa Padarincang, Desa Batukuwung, Desa Kramat Laban, dan Desa Kadu Berem dinyatakan aman oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang. Sedangkan di Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu sebanyak 45 warga diungsikan ke rumah tetangganya.


Kemudian akses jalan yang menghubungkan Desa Cikedung, Kecamatan Mancak dengan Kecamatan Cinangka di Kampung Mulyasari terputus oleh material longsor. Banjir yang terjadi di lima kecamatan tersebut berangsur-angsur mulai surut setelah hujan tidak turun lagi. Sementara itu, pantauan Banten Raya terjadi kemacetan sekitar 3 kilometer di Jalan Raya Serang-Cilegon akibat terjadi banjir di Desa Wanayasa, Kecamatan Kramatwatu.


Kepala BPBD Kabupaten Nana Sukmana mengatakan, penyebab terjadinya banjir di lima kecamatan tersebut bervariasi, seperti di Kecamatan Padarincang disebabkan karena luapan air dari Sungai Cikalumpang. “Kalau banjir di Padarincang itu karena luapan air sungai Cikalumpang, terus kalau di Mancak kiriman air dari gunung. Sedangkan di Kecamatan Kramatwatu itu ada jembatan yang tersumbat,” ujar Nana, Rabu (25/4).


Nana mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang untuk memberi bantuan kepada para korban banjir berupa logistik, pompa air, dan perahu karet. “Kita langsung pantau ke lapangan untuk memastikan pemberian bantuan. Saat ini yang banyak dibutuhkan makanan cepat saji dan selimut. Untuk jembatan di Kramatwatu yang tersumbat dengan sampah kita sudah koordinasi dengan DLH,” ungkapnya.


Ia menuturkan, pihaknya sampai saat ini terus memantau beberapa titik banjir yang dampaknya cukup parah, seperti di Kecamatan Kramatwatu dan Kecamatan Padarincang. “Tadi (kemarin-red) itu ketinggian air paling tinggi 20 sampai 30 centimeter. Kita terus berkoordinasi dengan PMI, Muspika kecamatan, relawan, dan masyarakat setempat. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” katanya.


Sementara itu, siswa SDN 2 Pejaten, Kecamatan Kramatwatu terpaksa dipulangkan karena ruang kelas yang ditempai untuk belajar terendam banjir. “Tadi (kemarin-red) pukul 10.00 WIB siswa dipulangkan karena airnya masuk ke ruang kelas. Di sini sering terjadi banjir tapi sekarang ini paling parah soalnya aliran airnya tertutup dengan tanah dan sampah,” ujar Syahroni, staf Desa Pejaten yang ditemui di lokasi.  (dewa/tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook