Dua Jambret Digebukin Massa

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 26 April 2018 - 13:06:56 WIB   |  dibaca: 1006 kali
Dua Jambret Digebukin Massa

DITANGKAP : Dua pelaku penjambretan di Lingkungan Kedung Bulus, Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon dibawa ke Mapolsek Cilegon Kota, Rabu (25/4).

CILEGON - Malang sekali nasib SA (19), warga Lingkungan Kenanga, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang dan MH (22), warga Lingkungan Daliran, Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Purwakarta.

Kedua pemuda tersebut digebukin massa di sekitar Lingkungan Kedung Bulus, Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon, karena menjambret telepon genggam Seliyawati (20), warga Lingkungan Ciwedus Baru,  Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon.

Kejadian tersebut, saat Seliyawati sedang berada di mengendari sepeda motor di Lingkungan Kedung Bulus, tiba-tiba dari belakang terlihat dua orang yang berboncengan mengikti. Saat Seliyawati hendak berhenti, justru dua pemuda tersebut mendekat dan mengambil telepon genggam Seliyawati yang ada di dashboard motor. Saat itu pula, Seliywati mengejar pelaku dengan sepeda motornya.


Akan tetapi, saat dikejar Seliyawati pelaku berusaha membuang telepon genggam ke jalan. Namun, Seliyawati meneriaki dua pemuda tersebut maling. Sehingga, warga di sekitar Kedung Bulus menghentikan paksa sepeda motor yang ditumpangi dua pelaku. Lantas, pelaku ditangkap dan digebukin warga. Setelah itu, ada anggota Polses Cilegon yang mendatangi, kemudian dua pelaku dibawa ke Polsek Cilegon.

Korban penjambretan Seliyawati mengatakan, dirinya sudah curiga ketika ada dua pengendara membuntutinya saat berjalan di sekitar Kedung Bulus. "Saat mau berhenti malah sepeda motor pelaku mendekat dan mengambil HP (Hand Phone) saya. Lalu saya kejar pakai motor dan saya teriaki maling, akhirnya ketangkap," katanya kepada Banten Raya, kemaren.

Pelaku penjambretan, SA mengaku menjambret karena alasan ekonomi. SA mengaku menjambret telepon genggam akan dijual kembali dan uangnya untuk membetulkan telepon genggam miliknya. "HP saya sedang rusak, saya tidak punya uang untuk benerin, ya saya ngambil hape orang di jalan," akunya.


SA menjelaskan, aksi tersebut merupakan yang pertama kalinya. Pria yang sehari-sehari bekerja di tempat cucian mobil tersebut terdesak karena tidak punya ongkos untuk membenarkan telepon genggamnya. "Sumpah ini saya baru pertama kali," kilahnya.

Sementara itu, Kepala Unit (Kanit) Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Cilegon Kota Ipda Erwin Sutardi membenarkan adanya penjambretan yang dilakukan terhadap Seliyawati. Dua pelaku juga sudah diamankan di Polses Cilegon untuk dimintai keterangan. (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook