42 Anak Jalanan Ikuti Isbat Nikah

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 26 April 2018 - 13:12:01 WIB   |  dibaca: 164 kali
42 Anak Jalanan Ikuti Isbat Nikah

MENGHIBUR : Farid Surip (tengah), cucu Mbah Surip, penyanyi rege terkenal, saat tampil di acara Isbat Nikah Anjal di Situ Rawa Arum, Rabu (25/4).

CILEGON – Sebanyak 42 anak jalanan (Anjal) yang tergabung dalam Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) Kota Cilegon ikuti isbat nikah yang diadakan oleh Intelijen Keamanan (Intelkam) Kepolisian Resort (Polres) Cilegon dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Peduli Pembangunan Rakyat (Gappura) Banten.

Kepala Unit (Kanit) Intelkam Polres Cilegon, IPDA Sarifudin Barka mengatakan, dengan adanya isbat nikah sebagai bentuk bakti sosial pihak Kepolisian dan LSM Gappura Banten adalah bagian dari melakukan pembinaan kepada Anjal di Kota Cilegon. Dengan begitu secara admintrasi hukum negara maka dinyatakan sah. Sebab, sebagaian besar dari Anjal terbiasa hidup lepas.

 "Intinya kami mencoba membatu teman-teman jalanan untuk mendapatkan akses pelayanan yang sama,  khususnya terkait dengan persoalan adminirasi perkawinan. Kami juga sudah hampir 2 tahun terus bekerjasama dalam rangka menciptakan kondisi yang kondusif di Kota Cilegon," kata Sarifudin kepada Banten Raya, Rabu (25/4).


Sarifudin mengungkapkan, ada banyak sisi positif yang dapat dibina dari Anjal. Untuk itu, kerjasama hal-hal yang positif semacam itu akan terus dilakukan. "Biasanya kecenderungan orang memandang pengamen atau anak jalanan itu negatif. Namun, kami mencoba bekerjasama dalam rangka mengangkat dan melakukan hal yang positif untuk anak jalanan," ungkapnya.


Sementar itu, Ketua Gappura Banten, Husen Saidan menjelaskan, memanusiakan manusia adalah hal yang paling baik dilakukan oleh setiap insan. Gappura dan kepolisian mencoba membantu para Anjal untuk bisa lebih positif lagi dalam melakukan aktifitas. "Mereka juga sama dengan kita semuanya. Dengan isbat nikah kami harap secara adminitrasi bisa membantu agar mereka sah secara hukum dan dibuktikan dengan buku nikah," jelasnya.


Husen menambahkan, buku nikah merupakan sesuatu yang penting dimiliki oleh setiap warga negara. Namun, karena KPJ agak susah mengaksesnya maka kami memfasilitasi agar bisa dimudahkan. "Kedepannya dengana danya buku nikah diharapkan anajal mampu mengakses berbagai pelayanan yang ada, seperti pelayanan kesehatan dan pelayanan lainnya," tambahnya.


Ketua Pelaksana Isbat Nikah Henry menyatakan, baksos yang dilakukan KPJ setiap tahunnya dilaksanakan. Untuk tahun 2018 dilaksanakan berupa isbat nikah, sementara pada tahun 2017 dilaksanakan sunatan masl bagi warga KPJ. "Kebanyakan dari kami ini warga yang tidak mampu, dengan adanya isbat nikah yang bekerjasama dengan kepolisian dan Gapuura banten kami sangat terbantu," terangnya. (uri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook