Satu Badak Jawa Mati

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Jumat, 27 April 2018 - 13:32:33 WIB   |  dibaca: 247 kali
Satu Badak Jawa Mati

MAKIN LANGKA : Petugas Balai TNUK mengevakuasi badak jawa yang mati di Pantai Resort Karang Ranjang, Pulau Handeuleum, kemarin.

PANDEGLANG - Badak Jawa bernama Samson ditemukan mati di sekitar Pantai Resort Karang Ranjang, Pulau Handeuleum, Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Senin (23/4) pagi.Selasa (24/4) kemarin, petugas Balai TNUK bersama dengan tim dokter hewan Patologi IPB dan WWF Ujung Kulon melakukan autopsi, di antaranya pengambilan sampel seperti pada usus, otot jantung dan hati badak untuk mengetahui penyebab kematian.


Kepala Balai TNUK Pandeglang Mamat Rahmat menjelaskan, hingga saat ini hasil otopsi badak Jawa itu masih dalam tahap proses. "Belum ada. Berdasarkan laporan sementara hasil nekropsi terhadap bangkai badak Jawa ini diperkirakan kematian kurang lebih tiga hari, dan tidak ditemukan tanda-tanda adanya penyakit infeksi dengan patogen yang bersifat akut," jelas Rahmat, dihubungi melalui ponselnya, Kamis (26/4).


Rahmat belum bisa memastikan apa penyebab kematian badak itu. Dia meyakini tidak ditemukan munculnya indikasi perburuan karena tidak ditemukan luka pada tubuh badak. "Pada pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya luka akibat perburuan. Kita temukan di pantai dan bangkainya ditemukan dalam kondisi masih utuh, bercula, dan lengkap," terangnya.
Dari hasil identifikasi yang jajarannya lakukan, badak itu bernama Samson dengan memiliki ciri khas robekan pada telinga sebelah kiri. "Diketahui bahwa badak yang mati itu bernama Samson dengan perkiraan umur lebih dari 30 tahun,” katanya.


Sementara itu, Direktur Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno mengatakan, selain adanya kematian badak Jawa, pada tahun ini diketahui terdapat dua anak badak yang lahir secara bersamaan. "Dengan kematian badak Jawa Samson.

Ada juga kelahiran 2 ekor anak badak Jawa pada Februari 2018 dengan induk bernama Puri (ID: 013.2011) yang diberi ID: 073.2018 ditemukan di Blok Rorah Bogo, dan dari induk yang bernama Dewi (ID: 004.2011) diberi ID: 074.2018, ditemukan di Blok Cikeusik, SPTN wilayah II Pulau Handeuleum, TNUK," tuturnya.


Menurutnya, saat ini populasi dan habitat badak Jawa hanya dapat dijumpai di TNUK yang berlokasi di ujung paling Barat Pulau Jawa di wilayah Kabupaten Pandeglang. "Dari hasil monitoring bahwa populasi badak Jawa pada tahun 2017 jumlah sebanyak 67 individu. Dengan adanya kematian, dan kelahiran 2 ekor anak badak Jawa angka minimum populasi badak Jawa berubah menjadi 68 individu," katanya. (yanadi)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook