Mal Masih Tutup, Warga Sibuk Jemur-jemur

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 27 April 2018 - 13:35:23 WIB   |  dibaca: 121 kali
Mal Masih Tutup, Warga Sibuk Jemur-jemur

TETAP SEMANGAT : Sejumlah siswa membersihkan sisa-sisa banjir di SDN Kedaleman I, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Kamis (26/4).

CILEGON - Banjir yang melanda Kota Cilegon, Rabu (25/4) lalu sudah reda. Meski demikian masih banyak wilayah yang tergenang seperti di Lingkungan Kranggot, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang. Genangan air juga masih menggenangi ruas jalan seperti Jalan Raya Ciwandan, Jalan Raya Merak, dan Jalan Protokol Kota Cilegon. Sejumlah aliran sungai seperti Sungai Kranggot, Sungai Tamiang, dan sungai lainnya di Kota Cilegon debitnya masih tinggi.


Supermall Cilegon yang juga kebanjiran belum beroperasi sepenuhnya. Sejumlah penjaga toko tampak membersihkan  dan membereskan barang dagangannya. Di Komplek Perumahan Pondok Cilegon Indah (PCI), sepanjang jalan tampak warga sedang menjemur berbagai barang rumah tangga mulai dari sofa, kasur, televisi, karpet, pakaian, dan sebagainya yang sebelumnya terkena banjir.


Asda II Pemkot Cilegon Beatrie Noviana mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih menghitung jumlah kerugian akibat banjir dan putusnya Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon. Pihaknya juga belum merekomendasikan kepada Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi untuk menentukan status darurat bencana. “Sehingga belum bisa dikeluarkan anggaran dana tidak terduga,” kata Beatrie.


Dikatakan Beatrie, Pemkot Cilegon telah melakukan rapat koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Cilegon. “Wilayah paling parah terendam itu di Cibeber, karena mayoritas wilayah itu pemukiman, kalau daerah lain ada juga pemukinan seperti di Ramanuju, Citangkil, dan juga beberapa sawah dan akses jalan yang terendam,” paparnya.


Sementara itu, terkait dengan JLS yang putus, secepatnya dibangun lagi. Pemkot Cilegon akan segera menyusun detail engineering design (DED). “Kalau anggaran dana tak terduga belum bisa dipakai karena belum ada status darurat bencana. Status tersebut dikeluarkannya tidak sembarangan tapi harus melalui kajian, nah saat ini kita sedang mengkaji dulu. Dana tidak terduga tahun ini di Cilegon Rp3 miliar,” ucapnya.


Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Cilegon Erwin Harahap mengatakan, ada 9.289 jiwa yang tedampak banjir banjir dari 1.029 kepala keluarga. “Masing-masing tersebar di beberapa wilayah Cilegon,” ungkapnya.


Erwin menambahkan, dapur umum sudah disediakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) di titik-titik banjir. Sejumlah bantuan dari perusahaan dan warga juga sudah mengalir dan didistribusikan. “Yang dibutuhkan itu pakaian, selimut, obat-obatan, makanan juga dibutuhkan,” tuturnya.


Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon Hilmi Firdaus mengatakan, total perbaikan yang dibutuhkan di JLS adalah panjang jalan beton 30 meter. “Estimasi biayanya sekitar Rp 4 miliar, kalau lama pekerjaan melihat kondisi. Tapi, bisa saja ada jembatan darurat buat sementara,” urainya. (gillang)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook