Edi: Berat Memimpin Sendiri

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 27 April 2018 - 13:37:00 WIB   |  dibaca: 117 kali
Edi: Berat Memimpin Sendiri

CILEGON - Hari ini, Kota Cilegon tepat berusia 19 tahun. Banyak sekali pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Pemerintah Kota Cilegon untuk menjadikan Kota Cilegon lebih baik lagi. Yang paling utama adalah solusi atas banjir yang beberapa tahun belakangan semakin parah, dan peningkatan kualitas infrastruktur.

Selain itu, ada pula beberapa proyek pembangunan yang belum rampung seperti sport center, Pelabuhan Warnasari, dan Jalan Lingkar Utara. Hampir semuanya terkendala. “Seperti di sport center, itu dana untuk pembangunan dari Pemkot Cilegon terbatas sehingga mengandalkan bantuan keuangan Provinsi Banten.

Pembangunan Pelabuhan Warnasari, saat ini masih terkendala oleh izin yang tak kunjung dikeluarkan oleh Kemenhub (Kementerian Perhubungan RI). JLU juga sama, menemui kendala pembebasan lahan terkait harga lahan dan proses KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha),” kata Edi saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (26/4).


Meski demikian, kata Edi, banyak juga program lain yang berjalan dengan cukup baik seperti program Cilegon Cerdas, Cilegon Sehat, dan peningkatan administrasi pemerintahan. "Tahun ini, kami berharap administratif akan laporan keuangan akan mendapat predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) lagi seperti tahun lalu dan ada prestasi lainnya seperti LPPD (Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah),” katanya.


Dalam mencari solusi keterbatasan anggaran, kata Edi, pihaknya akan mengerjasamakn JLU dengan swasta PT Sinergi Semesta Raya (Sinsera). Sehingga, untuk pembangunan dilakukan Sinsera, tetapi nanti Sinsera akan mendapat hasil dari JLU. “Ini sudah dalam tahap feasibility study, ini juga akan dikonsultasikan dengan dewan,” jelasnya.


Edi sedikit berbangga diri, selama dua tahun berjalan bersama Walikota Cilegon nonaktif Tb Iman Ariyadi, sudah ada beberapa proyek besar terselesaikan seperti revitalisasi pasar tradisional, pembangunan alun-alun, serta penerapan smart city yang juga akan di launching pada perayaan HUT Cilegon ke-19 ini.


Selain pembangunan infrastruktur yang jadi perhatiannya, lanjut Edi, masalah pengangguran di Kota Cilegon juga menjadi masalah besar. Sinkronisasi antaran lulusan dengan kebutuhan tenaga kerja akan diselaraskan. “Laju pertumbuhan industri di Cilegon, efeknya sebisa mungkin dirasakan masyarakat. Sehingga, peran industri juga dapat membantu seperti pengentasan pengangguran,” jelasnya.


Edi mengaku memimpin Kota Cilegon seorang sangat berat. Sehingga, Ia meminta kepada kepala-kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk lebih kreatif lagi. “Kreatif, tapi tidak boleh keluar dari RPJMD. Jangan apa-apa nunggu saya,” jelasnya.


Ketua DPRD Cilegon Fakih Usman mengatakan, PR dari DPRD adalah masalah-masalah hasil reses yang belum terakomodir oleh program Pemkot Cilegon. “Saya berharap pemerintah bisa mengakomodir keluhan masyarakat seperti masalah kebanjiran,” jelasnya.


Ia menambahkan, dengan APBD 2018 yang mencapai Rp 1,9 triliun, maka dampaknya harus dirasakan betul oleh masyarakat. Dengan adanya dana Rp 1 miliar lebih untuk kelurahan  untuk Dana Pembangunan Wilayah (DPWKel), juga harus menjadi perhatian, agar program-programnya dapat dirasakan masyarakat. “Mana yang untuk infrastruktur mana yang untuk program pelatihan, harus tepat sasarannya, jangan semua infrastruktur juga,” ucapnya. (gillang)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook