Lingkungan Asri, TPSA Paling Disukai Siswa

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Jumat, 27 April 2018 - 15:21:40 WIB   |  dibaca: 232 kali
Lingkungan Asri, TPSA Paling Disukai Siswa

HIJAU DAN ASRI : Suasana di taman SDN 1 Cikande, belum lama ini.

SERANG – SDN 1 Cikande dijadikan sekolah percontohan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) karena kebersihan dan keindahan yang dimiliki sekolah tersebut.

Jika sesekali kita berkunjung ke wilayah Serang timur tidak salah untuk melongok keindahan SDN 1 Cikande yang berlokasi di Jalan Raya Serang-Jakarta Kilometer 27. SDN 1 Cikande bukanlah tempat wisata atau tempat rekreasi, tapi kita bisa berfoto dan selfie di setiap sudut sekolah dengan pemandangan lukisan alam yang dapat memanjakan mata dengan lingkungan yang hijau dan asri.


Keindahan sekolah yang memiliki luas lahan 3.465 meter tersebut ditata oleh para guru dan siswa serta para pengurus komite. Selain itu, penataan sekolah juga dibantu para wali murid yang memiliki kepedulian terhadap sekolah yang menjadi tempat belajar anak-anak mereka. “Penataannya dimulai pada 4 Januari 2014,” kata Lela Sari, Kepala SDN 1 Cikande, Kamis (26/4).


Penataan sekolah tersebut dimulai dengan membongkar salah satu bangunan karena tidak memiliki lapangan upacara sebelum kemudian membuat taman dan juga fasilitas lainnya seperti perpustakaan, kantin sehat, tempat membaca, dan membuat sanitasi. “Untuk membeli materialnya ada dari sumbangan wali murid seikhlasnya dan dari para dewan guru,” ujarnya.


Sedangkan untuk mendapatkan bunga yang dijadikan taman, Lela mengaku bekerja sama dengan Dinas Pertanian (Ditsan) Kabupaten Serang dan juga dari para siswa yang datang ke sekolah membawa bunga. “Saya sering main ke rumah orang tua siswa, pas saya lihat ada bunga yang bagus tidak terurus saya minta buat ditanam di sekolah,” ungkapnya.


Sekolah yang memiliki tempat pembuangan sementara (TPSA) sendiri itu juga dilengkapi dengan musala yang dibangun dari zakat keluarga Lela dan sumbangan dari para guru, wali murid dan juga siswa. “Siswa punya gerakan samigo atau satu minggu gopek untuk membiayai pengurusan taman,” tuturnya.


Lantaran tidak memiliki petugas kebersihan sendiri, pengurusan taman dilakukan oleh para siswa dan seluruh guru yang bertugas ditempat tersebut. “Alhamdulillah siswa mau mungut sampah tanpa disuruh,  karena kita sudah membentuk duta literasi, duta kejujuran, duta dwiyata, dan duta sanitasi. Tempat yang paling disukai siswa untuk membaca di TPSA yang lokasinya di bagian belakang sekolah,” katanya. (TANJUNG)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook