Gaji Guru Honorer Memprihatinkan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 03 Mei 2018 - 14:52:23 WIB   |  dibaca: 177 kali
Gaji Guru Honorer Memprihatinkan

CILEGON – Kesejahteraan guru honor dinilai masih dikesampingkan, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Hal tersebut dapat dilihat dari minimnya angka honor yang didapatkan setiap bulannya. Honor untuk guru honorer di Kota Cilegon yang setiap bulannya diterima dari pihak sekolah hanya Rp 150 ribu sampai Rp 300 ribu.Sementara dari Honor Daerah (Honda) hanya Rp 300 ribu perbulan.


Ketua Forum Komunikasi Guru Tata Usaha Honorer (FKGTH) Kota Cilegon, Supardi Gofar mengatakan, gaji guru honorer itu diberikan dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), angka setiap bulannya hanya mencapai Rp 150 ribu sampai Rp 300 ribu saja. Hal tersebut tentu saja jauh dari harapan.

"Untuk honorer memprihatinkan, jika untuk memenuhi kebutuhan sangat tidak layak. Sebab, honornya sangat minim. Diterima oleg guru setiap bulan jika pihak sekolah mau menalangi. Namun, jika tidak ada talangan maka tunggu sampai dana bos cair," kata Supardi kepada Banten Raya, Rabu (2/5).


Supardi menjelaskan, selain honor yang didapat dari dana bos yang diberikan setiap bulannya oleh pihak sekolah. Para guru honorer juga diberikan honor daerah sebesar Rp 300 ribu perbulannya. Namun, untuk dana honda diberikan pertriwulan oleh Pemerintah Kota Cilegon (Pemkot).

 "Selain BOS para guru dapar honor juga dari Pemkot Cilegon. Lagi-lagi angkanya belum mencukupi jika dibandingkan dengan nilai kebutuhan hidup para guru honorer. Disamping itu didapatkan hanya pertiga bulan sekali, belum lagi harus dipotongan pajak. Kami harap tidak rumit dan diberikan setiap bulannya, serta dinaikan angkanya," jelasnya.


Supardi mengungkapkan, kurang lebih ada sekitar 899 guru honorer di Sekolah Dasara (SD) dan 200 guru honorer di Sekolah Menegah Pertama (SMP). Angka tersebut mengalami penirunan karena Sekolah Mengah Atas (SMA) kewenangannya diambil oleh provinsi. Selain minimnya honor yang diterima, para guru juga berharap adanya jaminan kesehatan yang diberikan oleh Pemkot Cilegon. Hal tersebut dinilai penting mengingat dengan honor yang minim juga akan mengalami kesulitan saat mengakses kesehatan yang cukup mahal.

 "Kami harap ada BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) kesehatan untuk para guru honor, bukan hanya untuk para guru namun juga untuk para keluarganya, sebab dengan honor minim maka akan kesulitan saat mengakses kesehatan," ungkapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi mengakui jika para guru honorer masih sangat jauh dari kata layak baik secara honor maupun juga fasilitas penunjangnya. Namun, karena persoalan pendidikan menjadi tugas Pemerintah Pusat, maka Pemerintah Kota Cilegon belum bisa berbuat banyak.


 "Kalau honor (Guru-red) wajar (Mengeluh-red), namun jika guru (ASN-red) sudah ada sertifikasi masih mengeluh, harusnya jangan mengeluh dan berikan yang terbaik. Kami juga harus bagaimana (Masalah honor guru-red) karena apakah pendidikan itu pusat atau daerah kewenangannya, sebetulnya pendidikan itu (Kewenangan-red) pusat," tegasnya. (uri)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook