Penutupan JLS Timbulkan Kemacetan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 03 Mei 2018 - 14:54:34 WIB   |  dibaca: 132 kali
Penutupan JLS Timbulkan Kemacetan

PADAT MERAYAP : Kepadatan arus lalu lintas terlihat di Jalan Raya Anyer, tepatnya di Lingkungan Krenceng, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Citangkil, Rabu (2/5).

CILEGON - Kemacaten terjadi di setiap Jalan Raya Anyer, khususnya dari ruas Ramanuju, Kecamatan Citangkil hingga Tegalratu, Kecamatan Ciwandan. Padatnya arus kendaraan tersebut, merupakan dampak ditutupnya Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon sejak pekan lalu akibat ambrolnya gorong-gorong di kilomater 8, Kelurahan Lebak Denok, Kecamatan Citangkil.

Pantauan Banten Raya, Rabu (2/5), kemacaten terjadi di beberapa titik ruas Jalan Raya Anyer, mulai dari Ramanuju, Kecamatan Citangkil hingga ke Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan, ada beberapa titik yang menjadi titik macet. Kemacaten selain disebabkan oleh tingginya volume kendaraan juga lantaran ada beberapa titik jalan yang rusak. Kemacaten juga diperparah dengan persimpangan rel kereta api.

Pengemudi truk, Lutfi Maulana mengatakan, Ia dari Tangerang hendak menuju Anyer untuk memuat barang. Biasanya, Ia melewati JLS Kota Cilegon. Namun, akibat ditutupnya JLS, Ia harus melalui Tol Cilegon Barat dan melalui Jalan Raya Anyer. "Ini terpaksa lewat sini karena jalan satu-satunya ke Anyer kalau dari Tangerang, eh malah macet," kata Lutfi kepada Banten Raya, kemarin.


Lutfi menjelaskan, kemacetan terjadi di beberapa titik seperti di persimpangan rel kereta Krenceng dan Tegal Ratu. Hal tersebut membuat waktu perjalanan dan bahan bakar bertambah. "Saya berharap untuk JLS segera diperbaiki, karena jalur sini sangat padat kendaraan besar baik truk dan bus pariwisata serta sepeda motor," jelasnya.


Warga Ciwandan, Anabillah mengatakan hal yang sama. Setiap sore terjadi kemacaten di Jalan Raya Anyer khususnya dari Ramanuju sampai Tegalratu. Kemacaten tersebut cukup menguras tenaga, apalagi saat sore hari kendaraan pribadi maupun angkutan barang menumpuk. "Biasanya dari Cilegon ke Ciwandan paling 20 sampai 30 menit saja, saat ini bisa sampai satu jam, terutama saat sore hari jam pulang kerja," katanya.


Sementara itu, Dirlantas Polda Banten Kombes Tri Juliyanto Djatiutomo mengatakan, putusnya JLS Cilegon akibat ambrol pada pekan lalu menjadi perhatian pihaknya. Pasalnya, jalur JLS menjadi urat nadi lalu lintas menuju kawasan industri di Ciwandan dan arus wisata di Anyer, Kabupaten Serang. "Saat ini kendaraan besar seperti truk dan bus dialihkan melalui Tol Cilegon Barat lalu melalui Jalan Raya Anyer," katanya.

Ia menegaskan, beberapa skenario lalu lintas telah disiapkannya guna mengantisipasi kepadatan arus di Jalan Raya Anyer mulai dari Ramanuju sampai ke Ciwandan. "Ada petugas yang mengatur arus di jalan tersebut. Jika kemacetan sudah parah maka kami juga akan berkoordinasi dengan PT KS (Krakatau Steel) untuk membuka jalur kawasan industri agar dilalui kendaraan umum untuk memecah arus," tegasnya.


Ia menambahkan, pihaknya juga telah menyiapkan rekayasa arus lalu lintas ketika menghadapi musim libur lebaran. Hal itu dilakukan, karena perbaikan JLS Cilegon saat Lebaran diprediksi belum selesai. Sementara, saat musim libur pasca lebaran biasanya arus wisata menuju Anyer juga padat. "Kami prediksi ada peningkatan volume kendaraan saat musim libur lebaran, makanya kami sudah persiapkan untuk rekayasa arus. Baik yang melalui jalan KS maupun alternatif lainnya," ucapnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook