Rapat Paripurna Diwarnai Ketegangan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 03 Mei 2018 - 15:02:52 WIB   |  dibaca: 183 kali
Rapat Paripurna Diwarnai Ketegangan

PARIPURNA : Suasana rapat Paripurna DPRD Kota Cilegon tentang Rekomendasi DPRD atas LKPj Walikota Cilegon 2017, Rabu (2/5).

CILEGON - Sidang Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon dalam rangka Penyampaian Surat Keputusan (SK) DPRD Tentang Rekomendasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Cilegon 2017 di Gedung DPRD Kota Cilegon sempat mengalami ketegangan, Rabu (2/5). Dalam rapat paripurna tersebut, diwarnai aksi gebrak meja yang dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Nana Sumarna.


Pada kesempatan itu,Nana yang juga sebagai politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan melakukan interupsi dan meminta Sekretaris Panitia Khusus (Pansus) LKPj Walikota Cilegon 2017 Aam Amarulloh selaku anggota DPRD dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk turun podium saat membacakan Keputusan DPRD Cilegon tentang Rekomendasi LKPj Walikota.

Aam diminta turun podium oleh Nana lantaran ketika baru saja mengawali pembacaan naskah rekomendasi DPRD atas LKPj Walikota Cilegon. Alasanya, lantaran  Aam memakai jas warna putih, yang dinilai Nana bukan sebagai pakaian yang netral."Interupsi, saya minta yang membacakan untuk turun. Jangan pakai jas warna putih, pakai jas nasional. Turun," pinta politisi PDI Perjuangan ini.

Anggota DPRD dari Partai Golongan Karya (Golkar) Isro Mi'roj turut berinterupsi. Isro meminta kepada Nana selaku Wakil Ketua DPRD Cilegon menyampaikan kritik kepada Aam dengan cara yang halus. "Interupsi pimpinan, saya minta kalau bicara yang sopan. Ini banyak yang melihat kita. Sampaikan kritik dengan sopan," pinta Isro.

Tak lama berselang, rekan se-partai Aam, Abdul Ghoffar maju ke bagian depan ruang Rapat Paripurna DPRD Cilegon untuk meminjami Aam jas warna hitam miliknya. Sehingga, Aam mengenakan jas warna hitam milik Abdul Ghoffar, sementara Abdul Ghoffar memakai jas putih milik Aam.


Rapat Paripurna tersebut diambbil alih oleh pimpinan sidang yaitu Ketua DPRD Cilegon Fakih Usman Umar. Fakih meminta kepada semua pihak tetap tenang. Fakih juga meminta kepada Ketua Fraksi PKS Nurrotul Uyun untuk bisa mengingatkan Aam agar memakai jas sesuai dengan Tata Tertib (Tatib) Paripurna DPRD Cilegon."Saya minta kepada Ketua Fraksi PKS untuk mengingatkan dan kepada BK (Badan Kehormatan) DPRD Cilegon untuk menindaklanjuti ini," kata Fakih.

Ketua Fraksi PKS pada DPRD Kota Cilegon, Nurrotul Uyun juga tak tinggal diam. Uyun menyampaikan bahwa jas yang dipakai Aam tidak perlu dipermasalahkan, karena dalam undangan hanya tertera pakaian jas tanpa keterangan warna. Selain itu, Uyun juga meminta kepada Nana untuk menyampaikan kritik dengan sopan. "Di undangan paripurna hanya tertera pakaian jas tidak ada keterangan warna. Kalau menyampaikan kritik juga seharusnya dengan sopan," tegas Uyun.

Fakih Usman selaku pimpinan sidang meminta sidang paripurna dilanjutkan kembali dan Aam kembali membacakan rekomendasi DPRD atas LKPj Walikota 2017.Ditemui usai Rapat Paripurna, Nana Sumarna mengatakan, Ia meminta kepada Aam untuk turun podium dan ganti jas lantaran warna jas yang dipakai dinilai jas partai yang berwarna putih. "Kalau bukan jas partai apa namanya, coba kalau pakai jas merah pasti dikira juga jas PDI," ucap Nana.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi PKS pada DPRD Cilegon Nurrotul Uyun mengakui tidak ada yang perlu dipermasalahkan atas pakaian Aam. Pasalnya, dalam undangan hanya tertera pakain jas Pakaian Sipil Lengkap (PSL) dan tidak tertera warna. "Jas Pak Aam tidak ada logo PKS atau tidak ada tulisan partai. Warna putih, ada strip kuning, tidak ada ketentuan warna dalam undangan paripruna," kata Uyun.


Sementara itu, Aam Amarulloh mengatakan, Ia sudah memakai pakaian sesuai undangan. Aam juga mengklaim jas yang dipakai bukan jas partai karena tidak ada logo dan nama partai. "Kalau putih juga kan warna netral kaya hitam. Malah ada yang pakai jas abu-abu coklat juga banyak," kata Aam. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook