Akhir 2018, Pembangunan Konstruksi Dimulai

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Senin, 07 Mei 2018 - 12:33:48 WIB   |  dibaca: 952 kali
Akhir 2018, Pembangunan Konstruksi Dimulai

SEGERA DIBANGUN : Proyek pembangunan unit 9 dan 10 PLTU Suralaya akan segera dibangun akhir 2018, kemarin.

CILEGON - Pembangunan unit 9 dan 10 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya saat ini masih dalam tahap pra-konstruksi. Tahap tersebut diprediksi selesai pertengahan tahun, sehingga pada akhir 2018 sudah bisa dikerjakan pembangunan konstruksi unit 9 dan 10.

Koordinator Proyek Unit 9 dan 10 PLTU Suralaya, Kardi mengatakan, proyek pra-konstruksi untuk pembangunan Jalan Raya Merak-Bojonegara yang baru saat ini sudah mencapai 86 persen. Sementara, untuk pemotongan bukit sudah mencapai 55 persen. "Kalau untuk jalan baru di Suralayan itu bulan depan kemungkinan sudah bisa dilalui. Sementara pemotongan bukit selesai setelah lebaran. Kalau untuk konstruksi akhir 2018 ini," kata Kardi kepada Banten Raya, kemarin.


Menurut Kardi, dalam tahap pra-konstruksi saat ini memang ada dua pengerjaan, yakni pembuatan jalan baru dan pemotongan bukit, sehingga nantinya Jalan Raya Merak-Bojonegara yang di sekitar Suralaya akan menggunakan jalan baru dan jalan lama akan ditutup. "Nanti kalau dari arah Merak di depan Mapolair belok kanan, lewat jalan baru, jalan lama ditutup," tuturnya.


Jalan baru di Merak-Bojonegara, tambah Kardi, panjangnya sekitar 1,2 kilometer. Sementara, untuk lebar jalan dari tadinya tujuh meter menjadi 10 meter. "Pembuatan jalan baru ini, karena jalan lama akan menjadi bagian untuk kawasan PLTU Suralaya unit 9 dan 10," tambahnya.


Kardi menegaskan, tahap I pembangunan unit 9 dan 10 PLTU Suralaya ini juga ada kegiatan pemotongan bukit. Pemotongan bukit dilakukan lantaran kebutuhan untuk pengembangan PLTU Suralayan membutuhkan lahan yang cukup luas. Sementara, kondisi geografisnya di sekitar Suralaya berbukit. "Saat ini lahan yang disiapkan untuk pengembangan unit 9 dan 10 mencapai 76 hektar," tegasnya.


Ditambahkan Kardi, dalam pengerjaan pra-konstruksi saat ini, hampir mayoritas pengerjaan juga menggunakan tenaga kerja lokal. Dari konstruksi jalan yang memekerjakan 266 orang, dan 191 orang adalah warga lokal. Sementara, untuk pemotongan bukit, menggunakan 412 pekerja, sementara 265 orang adalah warga lokal. "Warga lokal itu artinya warga sekitar PLTU Suralaya, ada orang Suralaya ada Lebak Gede, Salira, Merak, dan Pengoreng," tambahnya.


Sementara itu, Koordinator Perizinan dan Pengembangan PLTU Suralaya Unit 9 dan 10, Hamim mengatakan, saat ini pengembangan unit 9 dan 10 PLTU Suralayan dalam tahap pra-konstruksi. Jika tahap tersebut selesai, akan berlanjut pada tahap konstruksi. "Kalau pembangunan konstruksi itu kemungkinan Desember 2018 ini bisa dimulai," katanya.


Diterangkan Hamim, pembangunan konstruksi nantinya akan menjadi kewenangan PT Indonesia Power pusat. "Baik lelang proyek, dan yang lain itu di pusat semua. Kalau teknis konstruksi kan harus yang spesifik, kemungkinan akan ada TKA (Tenaga Kerja Asing) cuma pasti akan kami seleksi yang TKA berskill dan perizinannya lengkap," terangnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook