Hewan Peliharaan Rawan Rabies

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Senin, 07 Mei 2018 - 12:36:03 WIB   |  dibaca: 111 kali
Hewan Peliharaan Rawan Rabies

POSTER RABIES : Kepala dan DKPP Kota Cilegon Wawan Darmawan (kiri) memberikan poster imbauan bahaya rabies kepada salah satu warga pemilik hewan peliharaan, Sabtu (5/5).

CILEGON – Hewan peliharaan merupakan hewan yang setiap harinya berada dekat dengan pemiliknya. Bahkan, untuk sebagian penyuka hewan, hewan peliharaan sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga. Namun, kebanyakan warga yang memiliki hewan peliharaan jarang sekali melakukan vaksinasi atau pemeriksaan hewan di tempat kesehatan. Sebab, hewan peliharaan merupakan hewan yang rawan dan berpotensi terjangkit virus rabies serta bisa menularkannya kepada pemilik melalui gigitan.


Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon, Wira Yuliantina menjelaskan, kesehatan hewan peliharaan harus senantiasa dijaga. Sebab, kesehatan hewan tersebut akan berdampak langsung kepada manuasia atau orang yang memeliharanya.

Apalagi, virus rabies yang sangat berbahaya bagi manusia."Kurang lebih ada sekitar 500-an populasi hewan peliharaan di Kota Cilegon. Untuk itu kesehatannya harus rutin dilakukan pengecekn.

Sebab, hewan peliharaan bisa saja terjangkit rabies, khususnya pada hewan anjing, kucing, kera dan musang," kata Wira kepada Banten Raya saat melakukan pemeriksaan hewan dan pemberian vaksinasi rabies gratis di Sari Kuring Indah, Kecamatan Cibeber, Sabtu (5/5).


Wira menjelaskan, DKPP Kota Cilegon senantiasa memberikan vaksinasi gratis kepada warga yang memiliki hewan peliharaan. Bahkan, pada DKPP Kota Cilegon sering mengadakan vaksinasi secara door to door. Hal tersebut agar hewan peliharaan tidak menimbulkan bahaya rabies. "Potensinya pasti ada, untuk itu kami coba menargetkan agar Kota Cilegon nol rabies, sehingga kami mencoba menjemput bola," jelasnya.


Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Hewan pada DKPP Kota Cilegon, Dina Safitri mengungkapkan, DKPP Kota Cilegon menargetkan 300 hewan peliharaan Kota Cilegon dilakukan vaksinasi. Hal tersebut agar warga bisa terhindar dari penularan penyakit rabies dari hewan yang sampai sekarang belum ada obatnya.

 "Idealnya warga yang memiliki hewan peliharaan minimal melakukan vaksinasi persatu tahun sekali. Hal tersebut untuk menghindari adanya penularan virus rabies yang berpotensi berkembang pada hewan peliharaan, sementara untuk pengecekan kesehatan dilakukan 3 bulan sekali," ungkapnya.


Kepala DKPP Kota Cilegon, Wawan Darmawan menerangkan, dalam rangka memfasilitasi warga untuk memeriksakan kesehatan hewan, DKPP Kota Cilegon sudah memiliki pusat kesehatan hewan (Puskeswan) yang setiap harinya dibuka. Selain memeriksakan warga juga bisa mendapatkan vaksinasi secara gratis untuk hewan peliharaannya.

 "Selain sekarang kami buat pelayanan diluar. Kami juga setiap hari kerja, bahkan sabtu juga membuka pelayanan pemeriksaaan hewan di Puskeswan. Warga silakan datang untuk konsultasi dan vaksinasi gratis. Di dalam Puskeswan juga alatnya sudah lengkap," terangnya.


Wawan menambahkan, Puskeswan yang ada baru hanya melayanai pemeriksaan bisa. Sementara bagi yang memiliki penyakit hewan yang parah akan diberikan rujukan kepada rumah sakit yang menangai hewan. "Baru perawatan bisa, sementara untuk rawat ini masih kami rujuk. Kedepannya seoga saja bisa terus diperbaiki, sehingga ada juga rawat inapnya," tambahnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook