Mati Mesin, Avanza Dihantam Kereta

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Senin, 07 Mei 2018 - 14:28:34 WIB   |  dibaca: 761 kali
Mati Mesin, Avanza Dihantam Kereta

RINGSEK : Toyota Avanza A-1072-VK yang tertabrak kereta api di Lingkungan Masigit, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta tampak ringsek, Sabtu (5/5).

CILEGON - Enam orang mengalami luka-luka dalam insiden kecelakaan antara kereta api dengan mobil di lintasan kereta api Masigit, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta, Sabtu (5/5) siang sekitar pukul 14.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Banten Raya, kendaraan minibus Toyota Avanza warna putih dengan nomor polisi (nopol) A-1073-VK melaju dari arah Cilegon hendak menuju Ramanuju Tegal. Sesampainya di perlintasan kereta api Masigit, kendaraan minibus yang diketahui sebagai taksi daring tersebut mati mesin. Saat yang bersamaan, juga melaju kereta api dari arah Cilegon menuju Merak. Tabrakan tak terhindarkan antara kereta api yang menabrak Toyot Avanza yang dikemudikan Arip Hidayatullah.


Kasatlantas Polres Cilegon AKP Fikri Ardiansyah mengatakan, akibat kecalakaan tersebut semua penumpang mobil termasuk pengemudi mengalami luka-luka. "Semua dengan sopir jumlahnya enam orang di dalam mobil. Semua luka, tapi tidak ada yang meninggal dunia," kata Fikri kepada Banten Raya, kemarin.

Fikri menjelaskan, akibat kecelakaan tersebut, mobil terseret sekitar 50 meter. Bagian kiri mobil rusak parah. Kerugian akibat kecelakaan tersebut sekitar Rp 50 juta. "Itu mobil taksi online yang dipesan penumpangnya mau ke Ramanuju," jelasnya.


Ditambahkannya, beberapa saat setelah kejadian, petugas mendatangi lokasi kejadian. Warga juga sudah berkerumun di lokasi kejadian. "Sementara korban dilarikan ke RSKM (Rumah Sakit Krakatau Medika)," tambahnya.


Kepala Stasiun KAI Cilegon, Muhammad Azizi mengatakan, kecelakaan terjadi skeitar pukul 14.30 WIB. Kereta yang menabrak merupakan kereta api Lokal Rangkasbitung-Merak yang sedang menuju dari Merak. Menurut keterangan masinis kereta sudah membunyikan bel ketika akan melintasi perlintasan tanpa palang pintu."Kereta tidak apa-apa dan masih bisa melanjutkan perjalanan ke Merak.

Masinis sebelum melintasi perlintasan tanpa palang pintu sudah kasih semobyan 35 sebagai tanda kereta mau lewat," katanya.Salah satu korban, Sumitro Wardoyo saat ditemi di RSKM mengatakan, dirinya memesan taksi daring dari Ramayana hendak menuju Ramanuju Tegal tempat orang tuanya.

Sesampainya di perlintasan kereta api sebenarnya kereta sudah membunyikan klaskon, dan Ia pun mengingatkan pengemudi Avanza, akan tetapi mesin mobil mati dan penumpang tidak ada yang bisa menyelamatkan diri.


 "Tabrakan terjadi, suara kencang, terus saya tidak lihat lagi bagaiman, tau-taunya ada suara dentuman. Isi mobil enam, sopir saya istri saya Ita Umami, anak pertama saya Asifa Mutiara, anak kedua Amira Nurul, dan anak ketiga saya yang baru lima bulan Harafiah," ungkapnya.

Akibat kecelakaan tersebut, lanjut Sumitri, anak ketiganya yang baru berusia lima bulan harus dirawat di RSKM. "Tadi udah di CT Scan karena ada benturan. Kalau yang lain hanya luka ringan saja," ucapnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook