Disperindag Cium Mafia Daging

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Rabu, 09 Mei 2018 - 12:15:11 WIB   |  dibaca: 209 kali
Disperindag Cium Mafia Daging

RAKOR : Sekretaris Daerah (Sekda) Lebak Dede Jaelani memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di runag rapat Setda Lebak, Selasa (8/5).

RANGKASBITUNG - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak mencium adanya mafia yang memainkan harga daging ayam dan telur ayam boiler atau ras di pasar tradisional di Kabupaten Lebak. Penyebaran daging tersebut diantaranya berada di pasar Rangkasbitung, Warunggunung, Maja, Muncang, Banjarsari, Malingping dan Pasar Bayah.


"Stok daging saat ini surplus namun harganya menjelang bulan puasa terus merangkak naik. Kami mengendus adanya permainan mafia yang bisa mengatur harga mahal ataupun harga murah," kata Sekretaris Disperindag Kabupaten Lebak Orok Sukmana dalam acara rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di ruang rapat Sekretaris Daerah Lebak, Selasa (8/5).


Menurut Orok, selain daging ayam, telur ayam ras juga masuk komoditi yang harganya turut dimonopoli. "Saat ini harganya Rp 25.500 perkilogram. Harga ayam dan telur yang mahal ini perlu kita telusuri. Apa memang by desain atau memang harga pasar," tuturnya.


Dijelaskan Orok, persediaan daging ayam masih aman, sementara telur ayam kurang. "Sekalipun perhitungan minus kita ingin upayakan harganya ditekan dikisaran Rp 20.000 perkilogram. Sepertihalnya harga tahun lalu supaya tidak memberatkan masyarakat," jelasnya.


Orok mengungkapkan, setiap hari Senin dan Kamis pihaknya rutin melaksanakan pemantauan harga kebutuhan pokok. "Dari hasil pemantauan diprediksi naik itu bumbu dapur seperti cabai merah dan bawang merah.

Dan yang makin meningkat terus melonjak ini daging ayam dan telur makin tinggi tinggal bagaimana nanti mensikapi karena disinyalir ketersediaan daging dan telur ada mafia yang memainkan harga dengan memanfaatkan momentum mau puasa dan lebaran," ungkapnya.


Pengusaha Sembako di Pasar Rangkasbitung, Nunung mengaku, harga telur ayam dari distributornya Rp 24.500 perkilogramnya. "Kalau ngeteng (Eceran-red) di pasar itu berkisar Rp 25.500 perkilogram. Terus terang saja untuk harga telur rekor, sudah 20 tahun saya berjualan baru tahun ini mengalami kenaikan signifikan dari sebelumnya dibawah Rp 20.000 tembus sampai Rp 24.500 di pihak distributor," akunya.


Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lebak Iman Santoso mengatakan, terkait dengan ayam ras dan telur bisa meminta PT Pokphand melakukan penekanan harga. "Hal itu sudah ada kesepakatan dengan bupati. Pokphand bersedia membantu persediaan ayam ras dan telur untuk menekan harga. Mereka bisa turun atas permintaan Pemerintah daerah dan mereka bisa turun ikut pasar murah," katanya. (purnama)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook