TPID Banten Ngarep Dapat Award

nurul roudhoh   |   Bisnis  |   Jumat, 11 Mei 2018 - 12:58:15 WIB   |  dibaca: 318 kali
TPID Banten Ngarep Dapat Award

EDUKASI : Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Banten Rahmat Hernowo (duduk empat dari kiri) berfoto bersama narasumber dan TPID se-provinsi Banten berfoto bersama, Rabu (9/5).

SERANG – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dari empat Kabupaten/Kota di Provinsi Banten dituntut terus berinovasi agar mendapat prediket daerah terbaik dalam mengendalikan inflasi ditingkat nasional. Selain itu, TPID dari tiap-tiap daerah juga harus aktif dalam menjaga pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, serta aktif dalam melakukan komunikasi dengan berbagai pihak utamanya Bank Indonesia.


Pasalnya, hingga kini Provinsi Banten menjadi satu-satunya daerah di wilayah Jawa yang belum pernah mendapatkan penghargaan di forum TPID nasional.Hal mengemuka pada Saresehan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Banten bertajuk “Upaya Pengendalian Inflasi Pangan Melalui BUMD/BUMDes Pangan dan Kerjasama Antar Daerah” di Aula Surosowan lantai 4 Kantor Perwakila BI Banten, Rabu (9/5). Acara saraseha tersebut menghadirkan narasumber dan TPID Banyuwangi yang diwakili olehh Kabag Perekonomian Pemkab Banyuwangi  Heni Sugiharti.


“Kami berharap suatu hari nanti, mungkin tahun ini atau tahun depan, Provinsi Banten dan Kabupaten/Kota di Banten bisa naik panggung (dapat penghargaan). Artinya bisa menjadi TPID yang berprestasi. Karena setiap tahun itu ada pertemuan TPID secara nasional dan nanti akan dipilih dari wilayah Sumatera, Jawa, dan wilayah Indonesia lainnya mana saja TPID yang berprestasi dan itu akan mendapat penghargaan dari pimpinan nasional kita (Presiden).

Sebab untuk wilayah Jawa, satu-satunya Provinsi yang belum pernah mendapat pengharaan adalah Banten, dan di Jawa satu-satunya wilayah Kabupaten/Kota yang belum pernah dapat penghargaan adalah Banten.

Jadi ini adalah tantangan buat kita semua bagaiamana kita semua agar bisa menunjukan Banten juga bisa dan Banten juga bisa juara,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Banten Rahmat Hernowo saat menyampaikan sambutan sambil memberikan motivasi agar TIPD Banten berprestasi seperti yang dilakukan TPID Kabupaten Banyuwangi yang dinobatkan sebagai daerah TPID terinovasi dalam mengendalikan inflasi Tahun 2017.


Wakil Ketua TPID Provinsi Banten ini menyatakan, beberapa tantangan TPID Banten belum mendapatkan penghargaan terkait pengendalian infalasi, salah satunya terkait kedisiplinan pelaporan dan pengemasan laporan yang menarik.


“Tantangan utama yang saya lihat disini sebetulnya masalah pelaporan. Jadi soal pelaporan itu, kadang-kadang telat, terus kemudian tidak bisa mengemas laporan itu menarik untuk dilaporkan ke TPID nasional,” katanya.


Oleh karenanya, ia menyarankan pimpinan daerah harus melakukan upaya inovasi dan terobosan program kerja dengan seluruh TPID serta berbagai pihak terkiat.Sementara itu Heni Sugiharti mengungkapkan, keberhasilan TPID Banyuwangi mengendalikan inflasi diantaranya, Pemkab Banyuwangi melakukan pengembangan pariwisata karena memiliki multiplier effect yang besar termasuk pada pengembangan pertanian (pasokan pangan) dan pengembangan UMKM.

Selain itu, pengendalian inflasi pangan melalui BUMDes dengan Bulog melalui Rumah Pangan Kita (RPK) yang bersifat konsiyasi dalam penjualan bahan pangan. “Hal inilah yang mengantarkan TPID Banyuwangi menjadi TPID lnovatif se Jawa di tahun 2017, ” katanya. (ismet)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook