Kerusakan JLS Hambat Arus Mudik

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 11 Mei 2018 - 14:43:51 WIB   |  dibaca: 310 kali
Kerusakan JLS Hambat Arus Mudik

MASIH RUSAK : Plt Walikota Cilegon Edi Ariyadi saat meninjau perbaikan Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang terputus akibat banjir, Selasa (8/5). Pemprov Banten meminta Pemkot Cilegon untuk membuat jembatan sementara untuk arus lalu lintas Lebaran 2018.

SERANG- Kerusakan yang terjadi pada jembatan di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon mendapat perhatian Pemprov Banten. Pemprov menilai, kerusakan JLS dapat menghambat arus lalu lintas pada Lebaran 2018, Juni nanti. Sebab, perbaikan jembatan yang amblas akibat banjir yang terjadi pada 25 April itu tidak dapat selesai dalam waktu dekat.


Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banten Herdy Jauhari mengatakan bahwa Pemprov Banten mendapatkan informasi jika Pemkot Cilegon akan kembali membangun jembatan pada JLS yang roboh akibat banjir.

Namun, pembangunan itu butuh waktu cukup lama yakni 4-6 bulan. "Ya udah lewat Lebarannya. Demi kelancaran arus lalu lintas (saat Lebaran) nanti, kami berharap Pemkot Cilegon membuat bailey atau jembatan sementara," ujar Herdy Jauhari saat ditemui di KP3B, Kota Serang, Rabu (9/5).


Menurut Herdy, JLS Cilegon merupakan salah satu jalan alternatif strategis yang biasa dilalui saat arus lalu lintas Lebaran, terutama untuk jalur wisata dari Cilegon menuju Anyer, Kabupaten Serang, pasca Lebaran.

Untuk itu, pemasangan bailey dinilai dapat menjadi solusi mengatasi masalah tersebut dalam waktu cepat. "Sebab sangat bahaya kalau tidak ada jembatan sementara, karena (sistem) buka tutup di Ciwandan bakal parah saat arus Lebaran nanti," kata Herdi ditemui di KP3B, Kota Serang, Rabu (9/5).


Herdy mengatakan, berdasarkan hasil pantauan pihaknya di lapangan, jembatan yang roboh berupa gorong-gorong yang dipadatkan dengan pasir dan tanah. Sedangkan untuk beton dan aspal hanya setinggi 25 centimeter. "Begitu pula jembatan yang utuh cuma sisa aspal jalannya saja. Jangankan mobil, motor saja kalau lewat bakal ambruk," jelasnya.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten Hadi Suryadi mengaku belum mendapatkan kepastian dari Pemkot Cilegon seperti apa penanganan kerusakan jembatan di JLS yang ambrol. Menurut Hadi, koordinasi penting dilakukan mengingat JLS menjadi jalur utama mudik Lebaran yang menuju kawasan wisata Anyer dan sekitarnya.
"Secara umum, jalur mudik dan jalur elternatif untuk Lebaran tahun ini relatif sangat baik. Hanya saja di JLS itu yang sekarang harus diwaspadai, karena PU Kota Cilegon belum menyampaikan penanganannya seperti apa kepada kami," kata Hadi.


Hadi menjelaskan bahwa arus mudik Lebaran dibagi menjadi dua jalur. Pertama jalur utama yakni tol, dan beberapa jalur alternatif. "Untuk jalur alternatif pertama itu, tol masuk JLS lalu ke Anyer. Hanya kemarin ada bencana jadi entah persiapan PU Cilegon untuk antisipasi, dengan apa antisipasinya supaya enggak macet," jelasnya.


Alternatif kedua ke jalur wisata Anyer, lanjut Hadi, dapat melalui jalur Serang-Gunungsari, Gunungsari-Mancak-Anyer. Hadi mengaku kondisi jalur itu sudah bagus. "Jalur itu (Serang-Gunungsari-Mancak) udah oke, udah dibeton kemaren. Alternatif ketiga, Palima-Cinangka, itu mah udah bagus semua, udah beton semua," jelasnya. (rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook