Ormas Islam Minta Warung Makan Tutup

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 11 Mei 2018 - 14:50:34 WIB   |  dibaca: 477 kali
Ormas Islam Minta Warung Makan Tutup

ORMAS ISLAM : Sejumlah pimpinan ormas Islam di Kota Serang hadir dalam rapat koordinasi MUI, di Ponpes Al Mubarok, Kota Serang, Rabu (9/5).

SERANG- Sejumlah ormas Islam meminta agar warung makan, cafe, dan tempat-tempat lain yang menyediakan makan dan minum agar tutup pada siang hari selama bulan puasa Ramadan.

Selain itu Walikota Serang, Kapolres Serang Kota, dan Kepala Kemenag Kota Serang diharapkan mampu menertibkan bahkan menindak tegas bila ada pedagang warung makanan minum yang buka siang hari bulan pada Ramadan, di luar ketentuan.

Aspirasi tersebut mencuat saat rapat koordinasi antar ormas Islam di Kota Serang yang difasilitasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang yang berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mubarok, Rabu (9/5).

KH Amas Tadjuddin selaku pimpinan rapat mengungkapkan bahwa semua ormas yang hadir menyepakati tujuh resolusi MUI menyambut Ramadan 2018. Di antara kesepakatan itu yaitu meminta Walikota Serang, Kapolres Serang Kota, dan Kepala Kemenag Kota Serang agar menertibkan pedagang warung makanan minum yang buka siang hari saat Ramadan.

Hal ini berlaku untuk para pedagang yang ada di seluruh wilayah Kota Serang, termasuk yang ada di pusat perbelanjaan modern seperti Ramayana, Lotte Mart, Careffour, Giant, Mall of Serang, dan lainya. “Ini juga harus disertai dengan tindakan tegas berupa sanksi sebagai bentuk penegakan hukun terhadap pelanggar aturan,” kata Amas.

Amas Tadjuddin yang juga menjabat Sekretaris Umum MUI Kota Serang menyampaikan bahwa ormas Islam juga meminta agar tempat hiburan seperti karaoke, diskotek, billiard, dan yang lainnya agar ditutup permanen agar tidak mengganggu suasana ibadah Ramadan.“Gedung bioskop yang tidak berizin juga agar ditertibkan,” katanya.

Amas mengatakan bahwa pertemuan ormas Islam yang difasilitasi MUI Kota Serang ini digelar setelah memperhatikan isu-isu faktual berkaitan langsung dengan persoalan keumatan di Kota Serang.

Dalam kesempatan itu juga MUI mengundang para pedagang dan pelaku usaha di Kota Serang guna menciptakan bulan Ramadan yang tenang, aman, dan damai. Isu-isu yang dimaksud seperti maraknya peredaran minuman keras dan narkoba, suburnya tempat hiburan, prostitusi terselubung, isu warung makan yang selalu buka pada siang hari di bulan Ramadan.
“Isu-su faktual ini telah memicu potensi keresahan masyarakat dan keprihatinan yang mendalam dari para ulama dan pimpinan ormas Islam di Kota Serang,” tuturnya.

Sementara itu Walikota Serang Tb Haerul Jaman mengatakan bahwa ia sudah menandatangani surat edaran terkait jam buka dan tutup warung nasi, rumah makan, dan semacamnya selama Ramadan.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, para pengusaha rumah makan ini diminta agar tutup pada pagi sampai sore hari, guna menghormati muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Mereka juga dilarang melayani konsumen yang ingin makan di tempat. Surat edaran Walikota Serang itu akan segera disosialisasikan kepada masyarakat, khususnya pengelola atau pengusaha rumah makan. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook