WH Soroti Masalah Pengangguran

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 11 Mei 2018 - 15:15:51 WIB   |  dibaca: 419 kali
WH Soroti Masalah Pengangguran

RAKOR : Suasana Rapat Koordinasi (Rakor) Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah oleh Gubernur di Aula Kantor DPRD Kota Cilegon, Rabu (9/5).

CILEGON - Masalah pengangguran di Provinis Banten, termasuk Kota Cilegon menjadi sorotan Gubernur Banten Wahidin Halim (WH). Pengangguran di Kota Cilegon yang angkanya mencapai 11,88 persen dinilai tinggi. Angka itu menjadi penyumbang angka pengangguran di Provinsi Banten.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, WH mengakui jika pengangguran di Provinsi Banten termasuk dalam kategori tinggi dibanding dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia. Menurutnya, arus urbanisasi menjadi salah satu faktor penting dalam sumbangan angka pengangguran di Banten.


"Di Banten industri banyak, termasuk di Cilegon. Ini menjadi daya tarik masyarakat luar daerah datang ke Banten, sehingga menyumbang angka pengangguran," kata WH saat Rapat Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Oleh Gubernur Banten di Aula DPRD Kota Cilegon, Rabu (9/5).

WH menjelaskan, dalam upaya mengatasi pengangguran, pihaknya akan memaksimalkan fungsi Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di setiap kota atau kabupaten. Ditambah lagi, dengan beralihnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ke Pemprov Banten, pihaknya akan menyelarasakan jurusan-jurusan di SMK dengan kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan industri-industri di Banten."Kalau bisa juga, setiap kabupaten atau kota mau mengizinkan pendirian pabrik, minta aja buat kuota tenaga kerja lokal dengan perjanjian dengan industri," jelasnya.


WH mengungkapkan, beberapa waktu lalu Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto juga telah berkunjung ke Banten membahas masalah industri yang harus memrioritaskan tenaga kerja lokal. "Saya berharap, ada titik terang antara industri dan pemerintah untuk memberi ruang bagi tenaga kerja lokal," ungkapnya.

WH menambahkan, pengangguran di sekitar masyarakat masih ironis dikarenakan masyarakat sekitar belum mengoptimalkan keterampilan yang dimiliki. Maka dari itu, perlu adanya kerjasama pembangunan disetiap wilayah Kota/Kabupaten agar dapat mengatasi permasalahan yang komprehensif."Akibat permasalahan pembangunan yang masih belum optimal sehingga masih banyak masayarakat yang menanggur akibat belum terbentuknya kerjasama yang maksimal. Untuk itu, Pemerintah Provinsi akan memfasilitasi semua kebutuhan yang diminta dan perlu dimotori oleh kepala dinas masing-masing organisasi perangkat daerah sebagai penghubung," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Banten Alhamidi mengaku, pihaknya telah mendapatkan intruksi dari Gubernur terkait pembahasan isu pengangguran dengan industri. Pihaknya akan menyebarkan undangan kepada pelaku industri ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten."Kami akan memberikan surat undangan untuk industri dan perusahaan. Masalah pengangguran bukan tanggungjawab provinsi atau kabupaten/kota saja, melainkan tanggungjawab bersama," kata Alhamidi.

Alhamidi menambahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, angka pengangguran Banten pada 2017 lalu mencapai 52.000 orang. Kemungkinan besar di 2018 ini jumlahnya akan terus bertambah. "Tidak hanya karena persaingan antara tenaga kerja lokal dengan TKA, namun pergerakan migrasi dari luar daerah ke Banten pun penyebab lain isu pengangguran. Banten dikenal sebagai wilayah industri, karena itu banyak pencari kerja dari luar daerah juga berharap mendapatkan lapangan kerja di Banten," tambahnya.

Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi menyambut positif dukungan Pemprov Banten dalam pembangunan di Cilegon. Termasuk dalam pengentasan masalah pengangguran. Ia juga mengaku akan memaksimalkan fungsi BLK. "Saya sangat berharap adanya bantuan dari pemerintah provinsi banten dalam pembangunan Kota Cilegon.

Pembangunan JLU (Jalan Lingkar Utara) diharapkan menjadi pusat industri padat karya, industri menangah, dan kecil. Kami harap pembangunan JLU berdampak pada multiplier effect bagi wilayah utara Cilegon. Saya berharap rapat kerja ini bisa tetap meningkatkan kinerja dan sinerji kita antara Pemkot Cilegon dengan Pemerintah Provinsi Banten," kata Edi. (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook