2 Kantor UPT Terbakar

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 11 Mei 2018 - 15:20:49 WIB   |  dibaca: 339 kali
2 Kantor UPT Terbakar

TERBAKAR : Sejuumlah petugas memadamkan kobaran api yang menghabiskan 2 kantor UPT di LIngkungan Semendaran, Rabu (9/5).

CILEGON – Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kawasan Pertanian Terpadu dan Penyululuhan serta kantor UPT Perikanan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon ludes terbakar. Kebakaran terjadi pada Rabu (9/5) pukul 14.00 WIB. Diduga, api berasal dari gudang penyimpanan pupuk, peralatan pertanian dan perikanan serta berkas dinas.


Saksi mata yang juga sebagai peternak yang hendak menyortin ikan di UPT Perikanan, Satijah mengatakan, saat handak mengambil beberapa alat untuk melakukan sortir ikan melihat bebearpa botol bekas pestisida meledak seperti petasan.

Seketika, ia langsung berteriak kebakaran. Sekalipun mencoba melakukan pemadalam dengan menyeborkan air, namun karena banyak barang-barang seperti pupuk dan kertas yang mudah terbakar, maka api dalam waktu beberapa menit langsung membesar dan membakar langit-langit yang terbuat dari kayu.

"Saat saya membuka gudang ada beberapa botol bekas pupuk pestisida meledak seperti petasan. Langsung saya teriak kebakaran dan menyuruh orang orang untuk keluar. Meski sempat mencoba memadamkan dengan alat seadanya. Namun, api terlanjur membesar dan membakar langit-langit kayu," kata Sartijah kepada Banten Raya, kemarin.


Sartijah menjelaskan, karena suhu cukup panas maka wajar jika pestisida meledak. Sebab, pupuk sejenis pestisida tersebut memang mudah terbakar. Karena kondisi panas dan tiupan angin lumayan kencang belum sempat petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dalam waktu kurang lebih satu setengah jam 2 kantor UPT tersebut sudah ludes terbakar.

"Saat saya disawah juga kalau botol pestisida kepanasan pati meledak, mungkin ini juga sama. Karena tidak ada alat pemadam terpaksa menunggu petugas pemadam. Namun karena lumayan banyak angin api cepat menjalar dan hanya dalam beberapa jam habis semua terbakar," jelasnya.


Sementara itu, Kepala DKPP Kota Cilegon Wawan Hermawan yang sedang meninjau lokasi kebakaran membenarkan dugaan api berasal dari gudang. Dimana gudang tersebut merupakan tempat penyimpanan barang-barang dan peralatan pertanian dan peternakan, termasuk juga penyimpanan berkas dinas dari 2010. karena banyak alat pertanian seperti pupuk dan ditambah kertas yang mudah terbakar maka api tidak sempat dipadamkan.

"Memang ada botol-botol bekas pupuk yang disimpan, seharusnya memang ada alat untuk menghancurkan pestisida dan jenis pupuk kimia lainnya. Namun, di kita belum ada, makanya barang-barang ditaruh di gudang," ucapnya.


Wawan menegaskan, beberapa alat pertanian seperti 2 unit traktor, 19 unit handspray, 3 unit Air Conditioner (AC), 2 unit PC, beberapa unit meja dan seluruh berkas kerja serta berkas yang tersimpan digudang ludes terbakar. "


Kerugiannya cukup banyak, hampir seratur juta lebih lah. Itu belum dihitung sama bangunan yang ludes. Alhamdulillahnya tidak ada korban jiwa. Namun beberapa alat yang akan dihibahkan kepada para petani seperti traktor dan handsparai hancur," tegasnya. (uri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook