Ratusan Warga Salat Gaib Korban Mako Brimob

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Sabtu, 12 Mei 2018 - 10:25:02 WIB   |  dibaca: 491 kali
Ratusan Warga Salat Gaib Korban Mako Brimob

TURUT PRIHATIN : Ratusan jamaah Masjid Agung Ats-Tsauroh Kota Serang melaksanakan salat gaib untuk korban Mako Brimob, Kepala Dua, Depok, Jawa Barat, Jumat (11/5).

SERANG - Polres Serang Kota bersama ratusan warga melaksanakan salat gaib di Masjid Agung Ats-Tsauroh Kota Serang untuk lima anggota brimob yang meninggal dunia dalam bentrokan dengan narapidana teroris di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jumat (11/5).


Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin mengatakan, keprihatinan atas insiden di Mako Brimob yang menyebabkan 5 anggota Polri meninggal dunia tidak hanya dirasakan oleh keluarga para korban. Namun juga anggota Polri di seluruh Indonesia.


"Untuk itu, kami mengajak kepada masyarakat Banten khususnya di Kota Serang, wabil khusus umat muslim yang melaksanakan salat Jumat (11/5) mohon untuk memberi doanya kepada para korban dari anggota polri yang kemarin terjadi insiden di Mako Brimob," katanya, kemarin."Alhamdulillah antusias masyarakat berdoa untuk para syuhada sahabat kita yang telah gugur menjalankan tugas cukup tinggi. Memohon iringan doa dari masyarakat tidak lebih dari itu," ujarnya.


Komarudin mengatakan, peristiwa berdarah di Mako Brimob bisa terjadi kapan pun dan dimanapun. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat. "Inilah fakta yang kita terima masih ada aksi seperti itu di tengah kita," ungkapnya.


Humas DKM Masjid Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang Roni Chaeroni mengatakan, salat gaib kemarin merupakan permintaan Kapolres Serang Kota. "Untuk salat gaib ini ada permohonan dari kapolres kepada ketua masjid. Ditujukan kepada ke lima anggota polri di Mako Brimob kemarin," katanya.


Terpisah, Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto meninjau warga binaan di Rutan Klas II B Rangkasbitung untuk mengecek situasi keamanan di sana. "Kami jadikan mereka (warga binaan) seperti keluarga, kami ajak dialog atau komunikasi dan kami saat bertugas menjadi seorang ayah, seorang abangan menjadi seorang teman. Hubungan yang harmonis terus kami bangun untuk menciptakan suasana aman dan tentram di dalam rutan," katanya. (darjat/purnama)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook