Al Khairiyah Dukung Jokowi Dua Periode

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Sabtu, 12 Mei 2018 - 10:33:53 WIB   |  dibaca: 922 kali
Al Khairiyah Dukung Jokowi Dua Periode

RAJIN BANTEN : Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tiba di kawasan Al Khairiyah, Kelurahan/Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon untuk menghadiri Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-93 Al Khairiyah, Jumat (11/5).

CILEGON - Pengurus Besar (PB) Al Khairiyah secara terbuka mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pemilihan presiden 2019 mendatang. Organisasi masyarakat yang didirikan KH Brigjen Syam'un itu terang-terangan menyatakan akan turut memenangkan Jokowi menjadi presiden dua periode.


Alasan dukungan tersebut, kata Ketua PB Al Khairiyah Ali Mujahidin, karena selama ini kinerja Jokowi cukup baik. “Kita lihat saja infrastruktur di tangan Jokowi sudah baik, seperti Jalan Cianjur-Sukabumi dulu parah, sekarang baik, kalau ada janji politik yang belum terpenuhi kan masih ada waktu setahun lagi,” ucap Mumu di sela acara Perayaan Hari Lahir (Harlah) Al Khairiyah ke-93 dan Silaturahmi Seribu Ulama Banten yang dihadiri Presiden Jokowi di Aula Al Khairiyah Citangkil, Kota Cilegon, Jumat (11/5).


Mumu juga memuji langkah Jokowi dalam pemberantasan korupsi dan berbagai kebijakan lain yang pro terhadap masyarakat. “Sebagai contoh mafia migas saat ini di tangan Jokowi sudah berkurang. Terbukti harga minyak di Papua itu terpaut harganya sudah tidak jauh dengan di Jawa karena tidak adanya kartel migas lagi,” ucapnya.


Mumu membantah jika kehadiran ulama di dalam Harlah Al Khairiyah ke-93 tersebut sebagai bentuk politisasi ulama. “Kalau ulama sudah cerdas, tidak perlu dipolitisasi, mereka memilih sendiri pemimpin yang tidak membawa ke kedzoliman,” ujarnya.


Sementara itu, saat memberikan sambutan harlah, Mumu mengingatkan Jokowi bahwa peran ulama di Banten dalam kemerdekaan RI sangat besar. Salah satunya adalah KH Brigjen Syam'un yang menerapkan sistem gerilya melawan Belanda di awal 1900-an. “Kami berharap ada penghargaan dari Presiden dengan memberikannya (KH Brigjen Syam'un) gelar Pahlawan Nasional. Kami minta bantuan Pak Gubernur (Wahidin Halim) juga untuk turut memerjuangkan ini,” kata Mumu.


Mumu juga menyinggung soal ketiadaan keterwakilan masyarakat Banten di direksi PT Krakatau Steel. "Masyarakat Banten juga turut berjuang dalam pendirian PT KS sebagai pembuat baja terbesar. Tapi sayang, tidak ada warga lokal duduk di jabatan strategis di KS atau di BUMN lainnya yang ada di Banten. Kami mohon ke Pak Presiden untuk memberi ruang bagi orang lokal Banten menduduki jabatan di BUMN atau bahkan Menteri,” harapnya.


Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Ma'ruf Amin mendukung KH Brigjen Syam'un menjadi pahlawan nasional. “Saat ini belum ada putra asli Banten yang jadi pahlawan nasional,” tuturnya.


Ia menuturkan, jasa-jasa KH Syam'un sangat besar untuk kemerdekaan Indonesia. Semangat melawan penjajahan yang ada dalam diri kiai Syam'un membuat masyarakat Banten pada saat itu ikut mempunyai semangat yang sama. Jika KH Syam'un jadi mendapatkan gelar pahlawan, menurutnya, anak dari KH Wasyid itu akan menjadi orang asli Banten pertama yang mendapatkan gelar pahlawan. “Kalau Syafrudin Prawiranegara memang lama di Banten tapi bukan asli Banten,” kata kiai yang juga alumni Pondok Pesantren Al Khairiyah itu.


Sementara itu, Presiden Jokowi berjanji akan memberikan gelar pahlawan nasional untuk KH Syam'un. “Terkait usulan Kiai Syam'un jadi pahlawan nasional sampai saat ini tidak sampe ke meja saya. Kalau sudah sampe ke meja saya, ada delapan nama, dan beliau ada di delapan nama itu,  saya akan langsung berikan gelar pahlawan,” ujar Jokowi yang disambut riuh tepuk tangan yang hadir dalam kesempatan itu.


Presiden Indonesia ketujuh itu menjelaskan, untuk mendapatkan gelar pahlawan membutuhkan proses yang panjang. Mulai dari pemerintah kota, kemudian ke pemerintah provinsi, kementerian, hingga tim yang memeriksa berkas usulan itu.

Menurutnya, sebelum sampai ke meja kerjanya, nama-nama tokoh yang akan diusulkan menjadi pahlawan nasional harus melalui tahapan-tahapan itu terlebih dahulu. Tim yang memeriksa berkas dan menyeleksi akan memberikan delapan nama usulan kepada dirinya. “Nah biasanya delapan ke saya, nanti disebutin satu-satu tentu dengan alasan dan pertimbangannya, kalau nama Kiai Syam'un ada di nama itu, entah tahun ini atau tahun besok, langsung saya setujui,” ujar Jokowi.


Peranan ulama untuk kemerdekaan Indonesia menurut Presiden Jokowi sangat besar, termasuk peranan KH Syam'un serta tokoh-tokoh ulama lain di Banten.Selain menyinggung gelar pahlawan nasional untuk KH Syam'un, dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi pun menyinggung terkait pesta demokrasi yang berlangsung tahun ini dan tahun depan. “Negara kita
merupakan negara besar.

Saat ini penduduk kita 263 juta orang, sebuah jumlah yang besar, yang hidup di 17 ribu pulau yang kita mikiki. 714 suku yang berbeda adat, bahasa, ada 1100 lebih bahasa daerah. 34 provinsi yang tersebar Sabang sampai Merauke, betapa negara ini negara besar,” tutur Presiden.


Menurutnya, keberagaman itu merupakan anugerah dari Allah. Karena itu, jangan sampai rusak karena pesta demokrasi baik itu pemilihan kepala daerah (pilkada), pemilihan legislatif (pileg), hingga pemilihan presiden (pilpres). "“Jangan sampai karena beda pilihan tidak saling sapa antar tetangga, tidak saling sapa antar kampung, antar teman, rugi besar kita jika itu terjadi,” ujarnya.


Pemilu yang berlangsung lima tahun sekali, kata Jokowi, sebaiknya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memilih pemimpin atau wakil rakyat yang dianggap paling baik, dengan tidak membawa urusan itu ke mana-mana.

Saat ini ajang Pemilu menjadi liar hingga membuat satu sama lain saling menghujat. "Lihat saja di media sosial, ramainya, lupa bahwa kita saudara. Di medsos saling menjelekan, saling mencemooh, saling curiga, ujaran kebencian, itu namanya suu tafahum, curiga, gampang benci, gampang dengki, kurang pengertian, berfikiran jelek. Mestinya yang kita kembangkan husnu tafahum,” paparnya. (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook