Dipicu Empat Polisi "Palsu"

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Senin, 14 Mei 2018 - 11:32:58 WIB   |  dibaca: 440 kali
Dipicu Empat Polisi "Palsu"

KORBAN EMOSI : Petugas kepolisian mengevakuasi sepeda motor yang dibuang massa ke kubangan comberan di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Sabtu (12/5).

SERANG - Sebanyak 16 terduga perusak Mapolsek Bayah, Kabupaten Lebak, diamankan ke Polda Banten, Minggu (13/4). Belasan warga dari sejumlah daerah seperti Bayah, Sukabumi dan Pelabuhan Ratu, Jawa Barat ini sampai tadi malam madih diperiksa di Mapolda Banten.


Adapun ke-16 terduga pelaku perusakan yaitu AS (50), A (20), F (27), J (20), E (50), D (35), H (36), G (40), R (32), H (33),  MH (39), S (38), AH (33), M (40), Yu (39) dan Yo (22). Secara rinci, alamat belasan terduga perusakan belum diketahui dan masih dalam pendataan petugas kepolsian.


Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Pol Ony Trimurti mengatakan, 16 orang ini diamankan pada Minggu (13/5) pukul 02.00. Dua orang menyerahkan diri yaitu YU dan YO dan 14 ditangkap di rumahnya masing-masing."Setengah enam kita meluncur dari Polsek Bayah dan kedatangan ke Polda Banten sekitar jam 8.30," katanya kepada Banten Raya, kemarin.


Lebih lanjut, Ony menegaskan Polda Banten belum menetapkan status terhadap 16 warga tersebut. Untuk sementara ini, pihaknya masih mendalami peran warga yang mayoritas nelayan ini pada saat kejadian perusakan. "Kita masih dalam proses penyelidikan dan belum ada penetapan tersangka, kita masih cek peran mereka masing-masing," katanya.


Sementara itu, Kantor Markas Kepolisian Sektor Bayah, Kabupaten Lebak, rusak berat setelah diamuk ratusan warga dan nelayan. Selain merusak kantor, massa juga membakar satu mobil pelayanan, satu unit mobil patroli, empat unit motor dinas, serta menceburkan dua motor dinas brimob ke comberan.


Hal itu dipicu oleh penangkapan Anwar, warga Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang dikenal sebagai bos benur (benih lobster) dan Gugun, seorang nelayan warga Binuang. Keduanya ditangkap saat jual beli benur sekitar jam 07.00 di Kampung Jogjogan, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah.

Warga mengatakan bahwa saat itu, ada empat orang bersenjata lengkap mengaku sebagai aparat kepolisian menangkap Anwar dan Gugun. Dalam penangkapan itu, empat orang yang mengaku aparat mengambil yang Rp25 juta berikut benur yang dimasukan ke dalam minibus Toyota Avanza. Mobil kemudian melaju ke arah Cilograng-Sukabumi.


Tak lama kemudian, mobil tersebut berbalik arah melalui jalur Bayah. Dua anak buah Anwar yang curiga dengan penangkapan mencoba menghadang mobil tersebut. Tak dinyana, mobil malah menabrak mereka. Keduanya pun terluka. Nelayan lain yang mendengar ada rekannya ditabrak polisi naik pitam dan langsung mendatangi Mapolsek Bayah. Dari mulut ke mulut terkumpul lah massa sampai sekitar 300 orang lebih.


Mereka kemudian bergerak menuju Mapolsek Bayah. Awalnya, saat massa datang, situasi masih terkendali. "Saat situasi sedang tenang, tiba-tiba datang anggota Brimob yang tanpa basa-basi buang tembakan sebanyak dua kali.

Ya sudah dari situ semua terpancing emosinya dan langsung melakukan perusakan dan mengejar polisi yang ada di Polsek," kata Suheri, salah satu nelayan yang ikut mendatangi Mapolsek Bayah. Heri mengaku tidak melakukan perusakan sama sekali. "Saya hanya ikut-ikutan datang karena emosi mendapat kabar, temen ditabrak anggota polisi usai menangkap Haji Anwar. Bukannya bertanggungjawab (setelah nabrak) malahan lari ke arah Bayah," katanya di lapangan Merdeka di belakang Kantor Polsek Bayah, Sabtu (12/5)


Asep Saepudin, warga Kampung Ciwaru Labang, RT 03 RW 08, Kecamatan Bayah menuturkan, saat kejadian dirinya sedang tidur. Dia terbangun mendengar ribut-ribut di kantor polisi yang berdekatan dengan rumahnya.


Asep menuturkan bahwa massa tadinya akan membakar motor dan mobil milik polisi di depan kantor polisi. Tapi saat itu dicegah oleh anggota koramil dan warga. Warga mengingatkan bahwa jika kendaraan dibakar di polsek, maka api akan merambat kemana-mana. Tak habis akal, massa kemudian beramai-ramai menarik kendaraan dinas ke tengah lapangan Merdeka. "Tadinya satu mobil dibakar. Terus mereka menarik satu unit mobil dan empat motor dinas milik polisi yang terparkir di halaman polsek," katanya.


"Tidak puas di situ saja, massa juga mengejar setiap anggota berseragam dinas. Saat massa mengamuk semua pada lari dan beberapa anggota dibantu anggota TNI bersembunyi di atap Koramil," katanya.


Asep menuturkan, anggota polisi yang bersembunyi dapat selamat dari amukan massa sedangkan ada beberapa anggota lain terkena pukulan karena dikejar massa.Kapolsek Bayah AKP Sadimun menuturkan, perusakan tersebut berawal dari kesalahpahaman. Kata Sadimun, tidak ada satupun anggotanya yang melakukan penangkapan terhadap Anwar. Anwar sendiri ternyata diturunkan oleh orang yang mengaku polisi tersebut di tengah jalan, tepatnya di perkebunan sawit, Kecamatan Panggarangan setelah dibawa berputar-putar selama satu jam.

"Kalau menurut keterangan haji Anwar, dia bilangnya ditangkap di Jogjogan mau dibawa ke Jakarta. Saat di perjalanan menuju Jakarta melalui jalur Cilograng kendaraan putar arah kembali ke arah Bayah karena terjadi macet di pintu gerbang PT Cemindo. Lalu di perjalanan sejumlah nelayan melakukan pencegatan. Bukannya berhenti malahan menabrak hingga melukai dua orang, satu orang diantaranya warga Binuangeun," katanya.


Uang Rp25 juta milik Anwar dan benur dibawa lari oleh orang-orang yang sampai saat ini masih misterius tersebut. "Jika melihat dari caranya, pelaku bukanlah dari anggota kepolisian sebab bukan hanya mengambil uang tetapi benur nya juga diambil terus gak berhenti di kantor Polsek untuk dilakukan pemeriksaan," katanya.


Lebih lanjut Sadimun menjelaskan, senjata yang digunakan para pelaku juga berbentuk kotak, bukan bulat seperti yang dimiliki anggota kepolisian. "Tidak ada Anggota Brimob maupun Polairut yang dikenali saat semalam dibariskan," katanya.


Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo menyesalkan kesalahpahaman tersebut. "Ini menjadi perhatian masyarakat jangan terpancing isu merugikan kita semua," katanya.
Kapolda mengatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki siapa empat orang yang "menangkap" Anwar dan Gugun tersebut. "Apakah betul diamankan. Gugun meragukan yang membawanya anggota (polisi) karena dirinya tidak diperiksa dibawa ke kantor dan tidak mengenali saat ditunjukan foto-foto anggota," katanya. (purnama)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook