Polisi Palsu Penangkap Nelayan Ternyata LSM

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Selasa, 15 Mei 2018 - 12:25:41 WIB   |  dibaca: 1946 kali
Polisi Palsu Penangkap Nelayan Ternyata LSM

SERANG - Satu dari empat polisi palsu penangkap bos benur dan nelayan Bayah berhasil ditangkap petugas kepolisian, kemarin. Dia adalah HE (30), warga Desa Cihara, Kabupaten Lebak yang merupakan anggota salah satu lembaga swadaya masyarakat yang ada di Lebak.

HE bersama tiga rekannya yang kini masih buron berpura-pura menjadi polisi dan menangkap Anwar, pengusaha benur (benih lobster), dan Gugun, nelayan Kecamatan Bayah. HE dengan tiga rekannya juga menabrak dua nelayan sehingga terluka, serta membawa kabur uang Rp25 juga dan bibit benur milik Anwar.


Perbuatan HE dan kawanannya ini yang membuat ratusan nelayan naik pitam. Nelayan yang menyangka mereka benar-benar polisi kemudian mendatangi Mapolsek Bayah dan terlibat insiden perusakan.  


Dari tangan HE, polisi mengamankan barang bukti satu unit mobil Daihatsu Xenia hitam B 1539 PKL dan hp milik Gugun. Selanjutnya, polisi memburu tersangka lainnya yang melarikan diri antara lain TH, SU dan AD.


Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo membenarkan penangkapan HE (30) tersebut. "Ini baru 1, ada tiga lagi nanti akan kita rilis pelakunya," kata Kapolda di Mapolda Banten, Senin (14/5).


Setelah tertangkapnya HE, Kapolda kembali menegaskan bahwa pelaku bukanlah anggota Polri, seperti kabar yang beredar sebelumnya. "Saya tegaskan pelakunya bukan dari anggota Polri," ungkapnya.


Disinggung soal ke 16 nelayan yang diamankan Polda Banten, Listyo menambahkan pihaknya telah menetapkan 13 orang tersangka dan 3 orang nelayan yang diamankan sudah kembali ke rumahnya. Meski begitu, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan atas peristiwa pengrusakan tersebut."13 orang potensial tersangka, kemungkinan bisa bertambah," katanya.


Sementara itu, pasca perusakan yang terjadi Sabtu (12/5) lalu, pelayanan di Mapolsek Bayah kembali berjalan normal. Masyarakat yang membutuhkan pelayanan sudah bisa dilayani kembali oleh petugas jaga di Polsek Bayah. "Satu hari pasca perusakan, pelayanan Kepolisian Sektor Bayah kembali normal. Baik pelayanan SKCK, izin keramaian, laporan polisi, laporan aduan masyarakat, laporan kehilangan surat berharga, penting lainnya," kata Kapolsek Bayah AKP Sadimun, Senin (14/5).


Setelah insiden perusakan, anggota Polsek Bayah bersama TNI-Polri dan masyarakat sekitar melaksanakan gotong-royong membersihkan puing-puing yang berserakan. Serta langsung melaksanakan renovasi."Kaca-kaca jendela depan, samping kiri dan kanan sudah terpasang kembali. Genteng yang pecah juga sudah diganti, sehingga ruangan sudah bisa ditempati," katanya.


Sadimun menuturkan, kasus perusakkan kemarin merupakan pembelajaran untuk semua. "Bahwa dengan kekerasan itu bukan merupakan penyelesaian terbaik dalam mengatasi setiap masalah. Agar ke depan kejadian serupa tidak terjadi kembali," katanya.


Diberitakan sebelumnya, Kantor Markas Kepolisian Sektor Bayah, Kabupaten Lebak, rusak berat setelah diamuk ratusan warga dan nelayan. Selain merusak kantor, massa juga membakar satu mobil pelayanan, satu unit mobil patroli, empat unit motor dinas, serta menceburkan dua motor dinas brimob ke comberan.


Hal itu dipicu oleh penangkapan Anwar, warga Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang dikenal sebagai bos benur (benih lobster) dan Gugun, seorang nelayan warga Binuang. Keduanya ditangkap saat jual beli benur sekitar jam 07.00 di Kampung Jogjogan, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah.


Warga mengatakan bahwa saat itu, ada empat orang bersenjata lengkap mengaku sebagai aparat kepolisian menangkap Anwar dan Gugun. Dalam penangkapan itu, empat orang yang mengaku aparat mengambil yang Rp25 juta berikut benur yang dimasukan ke dalam minibus Toyota Avanza. (darjat/purnama)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook