Geledah LKM Ciomas, Kejari Kantongi 64 Bundel Dokumen

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Selasa, 15 Mei 2018 - 12:33:34 WIB   |  dibaca: 1505 kali
Geledah LKM Ciomas, Kejari Kantongi 64 Bundel Dokumen

CARI BUKTI : Tim penyidik Kejari Serang mengangkut dokumen dari kantor LKM Ciomas, di Desa Sukabares, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Senin (14/5). Penyidik mencari bukti tambahan terkait hilangnya dana nasabah sebanyak Rp1,8 miliar.

SERANG - Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang menggeledah kantor PT Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Ciomas, di Desa Sukabares, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang. Dari penggeledahan itu, penyidik mengamankan sejumlah dokumen terkait kasus dugaan tindak penggelapan uang nasabah senilai Rp1,8 miliar.


Dari pantauan Banten Raya, tim penyidik Kejari Serang yang dipimpin Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Serang Agustinus Olav Mangontan tiba di kantor LKM Ciomas sekitar pukul 10.00.


Di sana, tim penyidik yang datang menggunakan tiga mobil itu langsung melakukan penggeledahan, mulai dari pemeriksaan dokumen, hingga pemeriksaan alat kerja, seperti laptop dan komputer. Pada pukul 15.30 pemeriksaan selesai dilakukan dan penyidik membawa 1 koper dokumen, dan beberapa kardus yang juga berisi dokumen.


Kajari Serang Azhari mengatakan, dalam pemeriksaan terhadap 11 orang saksi, diperoleh 15 bundel dokumen terkait penyimpangan di LKM Ciomas. Untuk itu penyidik melakukan penggeledahan.


"Dari hasil penggeledahan ini, kami berhasil memperoleh bukti berupa surat atau dokumen yang berkaitan dengan perkara tersebut, yaitu sebanyak 64 bundel dokumen," katanya kepada Banten Raya saat ditemui di Kantor Kejari Serang, Senin (14/5).


Menurut Azhari, hasil penggeledahan itu juga kandikkoordinasi dengan inspektorat Kabupaten Serang untuk mengetahui seberapa jumlah kerugian negara. "Estimasi Rp1,8 miliar, setelah terjadi perkembangan (Sebelumnya Rp1,6 miliar) jadi ada penambahan dan ini belum final, siapa tau tim inspektorat menemukan lebih dari itu," ujarnya.


Azhari menegaskan, setelah pemeriksaan saksi, dan pengumpulan alat bukti, pihaknya tinggal melakukan penetapan tersangka yang bertanggungjawab atas hilangnya uang Rp1,8 miliar tersebut."Ini sudah penyidikan tinggal kita ekspose siapa tersangkanya. Mudah-mudahan minggu-minggu ini (penetapan tersangka)," tegasnya.


Direktur PT LKM Ciomas Boyke Febrian mengatakan, sejumlah dokumen penting seperti neraca dan data nasabah dibawa oleh tim Kejari Serang. Sejauh ini, pihaknya akan terus mendukung Kejari Serang dalam melaksanakan tugasnya, sebagai aparat penegak hukum. "Dokumen neraca, ada juga data nasabah," katanya.


Menurut Boyke, pasca adanya informasi penggelapan uang nasabah senilai Rp1,8 miliar di perusahaannya itu, sejumlah nasabah mulai melakukan penarikan uang. Namun pihaknya memastikan keuangan LKM Ciomas masih dalam kondisi aman. "Setelah ada pemberitaan itu, cukup berpengaruh. Ada nasabah yang memang melakukan penarikan," ujarnya.


Disinggung soal banyaknya keluhan nasabah yang merasa dipersulit saat pengambilan uang, Boyke mengungkapkan jika LKM Ciomas tengah melakukan pembaharuan sistem. Sehingga nasabah yang akan menarik uangnya harus dilakukan verifikasi lebih dulu. 

"Kita sedang melakukan pembaharuan sistem ke sistem Informasi Penerimaan Negara Bukan Pajak Online (Simponis). Jadi kami harus melakukan verifikasi lebih dulu. Masak di buku tabungannya Rp15 juta sedangkan di sistem hanya Rp250 ribu kita langsung acc?" tandasnya. (darjat)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook