WH Siap Sediakan Rp100 Miliar untuk Rutilahu

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 15 Mei 2018 - 14:57:09 WIB   |  dibaca: 163 kali
WH Siap Sediakan Rp100 Miliar untuk Rutilahu

HARMONISASI : Gubernur Banten Wahidin Halim menghadiri rakor pembinaan dan pengawasan di aula Tb Suwandi Pemkab Serang, Senin (14/5).

SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang terkait pembinaan dan pengawasan penyelanggaraan pemerintah daerah, di aula Tb Suwandi, Pemkab Serang, Senin (14/5). Para pejabat di lingkungan Pemkab Serang mengadukan sejumlah permasalahan yang solusi sedianya harus dari Pemprov Banten.


Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Aber Nuhadi mengulas persoalan pendidikan. “Di Kabupaten Serang rata-rata lama sekolah baru 7,2 tahun atau baru sampai kelas 2 SMP berhenti.

Untuk mendongkrak rata-rata lama sekolah pemda memberikan beasiswa kepada siswa dari keluarga miskin dan berprestasi,” ujar Aber, Adapun beasiswa yang telah diberikan pada tahun 2017 untuk SD yaitu sebanyak 1.025, sedangkan pada tahun 2018 sebanyak 1.250 termasuk untuk penghapal Al Quran. “Untuk SMP tahun lalu sebanyak 1.500 siswa, tahun 2018 ini 2.500 siswa, kemudian pemda juga memberikan bekal kepada guru PAUD dengan memberi beasiswa kuliah S-1 sebanyak 334 orang, tahun ini 354 per orang dengan besaran Rp5 juta per tahun,” ujarnya.


Tidak hanya itu, Pemkab Serang juga, lanjut Aber telah bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) untuk pemberian beasiswa pendidikan vokasi. “Kerja sama dengan UI ini terdaftar 24 peminat, tapi kemampuan pemda baru tujuh orang. Hari Minggu kemarin (12/5) sudah melakukan seleksi tinggal menunggu pengumuman. kami arahkan untuk mengambil program akuntansi D3, nilainya Rp35,5 juta per orang per tahun,” tuturnya.


Ia mengungkapkan, anak-anak di Kabupaten Serang banyak yang mengeluh karena tidak mampu membayar uang kuliah tunggal yaitu mereka yang mengikuti seleksi nasional masuk perguruan tinggi nasional (SNMPTN). “Besar harapan kami Pak Gubernur (Wahidin Halim-red) memprogramkan beasiswa untuk perguruan tinggi khususnya untuk Kabupaten Serang, karena kita ingin mendongkrak tingkat pendidikan masyarakat,” paparnya.


Pada kesempatan tersebut, Aber juga menyoroti permasalahan pencairan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang sering kali terlambat atau tidak tepat waktu. “Yang terakhir, ini yang sangat kronis, sejak tahun 2015 sampai dengan 2017 saya ikuti, Provinsi Banten ini tidak pernah beranjak masuk 10 besar dalam pencairan dana BOS. Mohon dengan sangat jangan sampai sekolah menjerit karena telat mencairkan dana BOS sehingga ada guru yang menjual emas,” katanya.


Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang Dadang Hermawan mengatakan, pada tahun 2018 ini sedang ada program penanganan daerah aliran suangai (DAS) Ciujung yang dananya merupakan dana hibah dari Asian Development Bank (ADB). “Berdasarkan hasil rapat dua minggu ke belakang, informasinya bahwa Provinsi Banten belum menandatangani MoU (memorandum of understunding). Padahal Kabupaten Serang, Lebak, dan Pendeglang sudah menandatangani,” katanya.


Dadang juga menyampaikan, jika pihaknya sedang melaksanakan program nasional yaitu sapi atau kerbau induk wajib bunting (Siwab), namun terkendala ketersediaan kerbau pejantan. “Di Kabupaten Serang ini yang memiliki kerbau sekitar 30.000 ekor, jadi saat ini peternak memerlukan pejantan karena kurang sekali. Mohon untuk direspons. Kemudian petani juga mengeluhkan soal bibit padi dan pupuk yang tidak diberikan dalam waktu bersamaan,” ungkapnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang Sri Budi Prihasto mendorong Pemprov Banten agar segera merealisasikan pembangunan tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) Bojong Menteng, di Kecamatan Tunjung Teja. “Sekarang ini sampai di Kabupaten Serang mencapai 3.300 meter kubik per hari.

Untuk sampah ini perlu penanganan lebih lanjut, kami baru mampu membentuk SPA stasiun peralihan antara) untuk mengurangi sampah. Kami sudah menyiapkan lahan 23 hektar, mohon TPST bisa segera dibangun,” ujar Budi.


Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, pihaknya akan secepatnya menindaklanjuti apa yang menjadi permasalahan di Kabupaten Serang. “Kita telah berdiskusi dan telah mendengarkan. Bagaimana kita memformulasikan persoalan rakyat yang ada di Kabupaten Serang untuk segera ditangani. Semuanya sudah kita catat nanti akan dilakukan pertemuan secara teknis oleh dinas-dinas terkait,” kata pria yang akrab disapa WH itu.


Selain itu, WH juga merencanakan pembangunan Jalan Lingkar Baros (JLB) untuk mendukung rencana pembangunan pasar induk di Kecamatan Cikeusal. “DED untuk jalan lingkar Baros dan pasar induk sudah dibuat, tinggal pelaksanaannya nanti kita lihat seperti apa perkembangannya. Soal rutilahu di Kabupaten Serang yang masih banyak nanti disinergiskan dengan program di provinsi. Kalau anggaran per rumah Rp25 juta kita kasih anggaran untuk 4.000 rumah sekitar Rp100 miliar,” katanya.


Terkait dengan TPST, WH menuturkan, pihaknya akan mendiskusikan terlebih dahulu untuk rencana pembangunannya, apakah dikerjasamakan dengan pemda atau dengan pihak swasta. “Untuk TPST regional itu, nanti kita diskusikan seperti apa, apakah melalui KSO (kerjasama operasional) dengan pemda atau kita cari swasta yang bisa bekerjasama dengan kita. Karena itu kan pemda sudah menyediakan lahannya dan TPSA sudah dibahasa di musrenbang,” ungkapnya.


Sementara itu, Bupati Serang Rt Tatu Chasanah mengapresiasi rencana Pemprov Banten yang akan membangun pasar induk di Kecamatan Cikeusal. “Saya menegaskan dan meminta ke provinsi, karena sudah beberapa kali ada rencana pembangunan pasar induk makanya kami minta dibangun di Kabupaten Serang, kami punya lokasi yang strategis di Cikesual. Untuk yang tadi (kemarin-red) disampaikan, agar setiap kepala dinas terkait bisa berkoordinasi dengan kepala dinas yang ada di provinsi dan lebih proaktif,” katanya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook