Pamsimas Bisa Dijadikan Penopang BUMDes

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Selasa, 15 Mei 2018 - 15:52:31 WIB   |  dibaca: 59 kali
Pamsimas Bisa Dijadikan Penopang BUMDes

BERBINCANG : Wakil Bupati, Tanto Warsono Arban berbincang dengan peserta sosialisasi Pamsimas di Oproom Setda Pandeglang, kemarin.

PANDEGLANG – Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban menginginkan optimalisasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) bisa dimanfaatkan oleh aparatur desa dan masyarakat. Selain itu, Pamsimas juga harus diserahkan ke desa sebagai aset desa kemudian dikelola menjadi penopang BUMDes (badan usaha milik desa).


“Pamsimas merupakan program unggulan dari pemerintah pusat dalam rangka mencukupi kebutuhan dasar masyarakat. Proram ini harus dioptimalkan dan asetnya dikelola desa. Pamsimas juga bisa untuk menunjang usaha di desa,” kata Tanto saat membuka Sosialisasi Pamsimas 2019 di Oproom Setda, Senin (14/5).


Di hadapan para kepala desa calon penerima program, Tanto menyatakan Pamsimas bisa diberdayakan menjadi sektor usaha BUMDes. "Bumdes peluang bisnisnya jelas dan dapat dipertanggungjawabkan asetnya. Tapi BUMDes saya berharap jangan hanya memikirkan profit oriented saja namun juga memperhatikan kepentingan masyarakat,” harapnya.


Menurut Tanto, di beberapa desa di Jawa Tengah integrasi Pamsimas dengan BUMDes sudah diterapkan dan berhasil. "Jika memang disana (Jawa Tengah)sudah menerapkan metode itu, kenapa tidak kita terapkan di Pandeglang untuk meningkatkan pendapatan desa, " jelasnya.


Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pandeglang, Kurnia Satriawan, mengatakan, pada tahun 2018 Pandeglang mendapatkan Pamsimas untuk 42 desa sasaran program. Rinciannya, 26 desa bersumber dari APBN dan 16 desa didanai melalui sunber dana APBD. ”Jika dibuat estimasi untuk tahun 2019 juga tidak jauh dari tahun 2018.

Adapun yang diundang untuk menghadiri sosialisasi sebanyak 48 desa dan akan disaring menjadi 30 desa sasaran sesuai dengan kriteria yang ditetapkan yaitu desa yang cakupan air bersihnya cukup kecil, cakupan sanitasinya kecil dan partisipasi masyarakatnya tinggi. Untuk metode sama dengan tahun sebelumnya," jelasnya. (muhaemin)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook