2 Pejabat Tertangkap Nyabu

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Rabu, 16 Mei 2018 - 10:54:58 WIB   |  dibaca: 608 kali
2 Pejabat Tertangkap Nyabu

SERANG - Dua pejabat di lingkungan Pemkab Serang, dan Pemprov Banten dicokok Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten karena kedapatan memiliki dan terbukti menggunakan sabu-sabu. Mereka adalah FS (51), seorang kepala seksi di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang, dan GP (45), seorang kepala seksi di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten.


Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Banten AKBP Thelly Iskandar Muda mengatakan, penangkapan kedua aparatur sipil negara (ASN) itu berawal dari penangkapan FS di pinggir Jalan Lingkar Selatan Ciracas, Kota Serang.


"Pada hari Selasa tanggal 8 Mei 2018 kita mengamankan saudara FS yang juga pejabat di dinas lingkungan hidup. Saat kita tangkap dan dilakukan penggeledahan, kita temukan tiga bungkus plastik bening berisi narkoba seberat 0,39 gram," katanya kepada Banten Raya saat ditemui di kantornya, Selasa (15/5).


Pihaknya kemudian menggeledah rumah tersangka FS di Komplek Taman Graha, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang. Di sana, polisi menemukan 3 buah pipa bekas pakai dan seperangkat alat hisap atau bong yang disimpan di dapur rumah.


"Setelah kita interogasi, FS mengaku bahwa narkoba tersebut didapat dari saudara GP. Kemudian kami meminta FS untuk memesan narkoba kepada GP, untuk kembali melakukan penangkapan," ungkapnya.


Setelah tersangka GP mempersiapkan pesanan, pada Rabu tanggal 9 Mei 2018, pihaknya langsung melakukan penangkapan terhadap GP di jalan Kaujon Pasar Sore, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang."Dari GP kita temukan barang bukti 1 bungkus platik berisi sekitar 0,42 gram yang disembunyikan di kantong celana sebelah kiri," jelasnya.


Lebih lanjut, Thelly menjelaskan, dari keterangan yang diperoleh, keduanya sudah lama menggunakan narkoba jenis sabu tersebut. Bahkan para pelaku juga sering berpesta sabu bersama."Mereka sudah menggunakan sabu lebih dari 5 tahun. Kadang mereka juga kolektif membeli sabu yang harganya sekitar Rp200 sampai Rp500 ribu," jelasnya.


Atas perbuatannya itu, Thelly menegaskan keduanya dapat terancam pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 1 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkoba, dan pidana penjara maksimal 20 tahun."Kita juga tengah memburu bandarnya. Selama ini, pemesanan dari bandar selalu dilakukan oleh saudara GP," tegasnya.


Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Serang Tb Entus Mahmud kaget dengan kabar penangkapan FS. "Astagfirullah.. yang bener Pak," kata Entus dihubungi via telepon tadi malam.


Untuk menentukan sikap, pihaknya, kata Entus akan menunggu hasil pemeriksaan polisi apakah yang bersangkitan sebagai pemakai pengedar. "Setelah itu kita akan menentukan tingkat sanksi yang akan kita berikan. Narkoba kejahatan yang sangat berat bagi PNS. Kemudian yang keduanya kita mungkin setelah lebaranbekerjasama dengan dinas kesehatan untuk secara rutin melaksanakan tes urin. Minimal ke depan satu tahun satu sekali," kata Entus.


Mantan Asda II Pemkab Serang ini mengaku bahwa sampai saat ini pihaknya belum pernah mendapatkan kabar menyimpang tentang FS. "Saya enggak sekantor. Tapi mestinya sistem pengendalian internal harus berjalan. Apalagi sudah lima tahun menggunakan sabu," katanya

.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang Kustaman mengatakan bahwa FS menjabat sebagai Kepala Seksi Informasi Lingkungan. Sejak Rabu pekan lalu, ia tidak masuk kantor. Ia mengaku tidak ada yang aneh dengan FS. Hanya saja, FS memang sering tidak masuk kantor. "Kadang pagi-pagi apel, siangnya sudah pulang.

Saya kan tidak monitor setiap saat. Paling sesekali keliling. Tapi di DLH kan tidak setiap hari staf di kantor. Banyak yang ke lapangan," kata Kustaman yang juga terkejut FS sudah mengonsumsi sabu sejak lima tahun yang lalu. (darjat/fikri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook