Nelayan Perbaiki Polsek Bayah

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 16 Mei 2018 - 10:57:22 WIB   |  dibaca: 1436 kali
Nelayan Perbaiki Polsek Bayah

SERANG - Sebagai bentuk penyesalan, ratusan nelayan turut serta kerja bakti memperbaiki kantor Polsek Bayah dirusak dalam demo anarkis, Sabtu (12/5) lalu. Aparat kepolisian berhasil membuktikan bahwa empat orang yang menangkap Anwar (bosa benih lobster) dan Gugun (nelayan Kecamatan Bayah) bukan polisi, tetapi oknum lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mengaku-ngaku polisi.


"Mereka (nelayan) kita kumpulkan dan kita jelaskan jika pelaku yang mengaku-ngaku sebagai aparat itu bukanlah polisi tapi anggota LSM. Setelah kita jelaskan mereka mengaku menyesal," katanya Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto kepada Banten Raya, kemarin.


Selain dari nelayan dan anggota polri, perbaikan Mapolsek juga dibantu oleh anggota TNI. "Nelayan memahami kesalahpahaman itu, dan kita melaksanakan kerja bakti memperbaiki kantor Polsek Bayah," ujarnya.


Lebih lanjut, Dani mengungkapkan, awal informasi yang diperoleh dari dua nelayan yang menjadi korban, pihaknya sudah menyakini jika pelaku bukanlah anggota polisi. Bahkan Polres Lebak langsung berkoordinasi dengan Polda Banten maupun Polair. "Kita datangkan semua anggota, baik dari krimsus maupun Polair. Dari semua anggota yang datang, korban tidak mengenali satu orangpun. Untuk itu kita yakin kalau pelaku bukan anggota," ungkapnya.


Kapolsek Bayah AKP Sadimun mengatakan bahwa satu hari pasca perusakan, Polsek Bayah sudah membuka pelayanan terhadap masyarakat di antaranya pelayanan pembuatan SKCK, izin keramaian, laporan polisi, laporan aduan masyarakat, laporan kehilangan surat berharga atau penting lainnya. "Hal itu terjadi berkat kebersamaan TNI-polri, wargasekitar  dan nelayan melaksanakan gotong-royong membersihkan puing-puing material bangunan paska kerusakan," katanya.


Sadimun mengungkapkan, dalam rangka memperat hubungan di Polsek Bayah, dilaksanakan kegiatan apel bersama dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama. "Kejadian pengrusakan kemarin merupakan pembelajaran buat kita semua. Bahwa dengan kekerasan itu bukan merupakan penyelesaian terbaik dalam mengatasi setiap masalah," katanya. (darjat/purnama)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook