Jumlah Puskesmas di Kabupaten Serang Belum Ideal

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Rabu, 16 Mei 2018 - 12:38:25 WIB   |  dibaca: 213 kali
Jumlah Puskesmas di Kabupaten Serang Belum Ideal

SERANG – Jumlah puskesmas di Kabupaten Serang yang saat ini mencapai 31 unit dinilai belum ideal untuk melayani masyarakat yang jumlahnya mencapai 1,4 juta jiwa. Pasalnya, menurut standar World Health Organization (WHO), satu puskesmas idealnya berbanding 30 ribu jumlah penduduk. Dengan demikian, kebutuhan puskesmas di kabupaten Serang paling sedikit yaitu 50 unit.


Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Sri Nurhayati mengatakan, pihaknya sedang melakukan inventarisasi permasalahan-permasalahan dalam menangani kesehatan di Kabupaten Serang. “Permasalahannya klasik sebetulnya, yaitu masalah SDM (sumber daya manusia), baik jumlah atau kualitas yang belum ideal,” kata Sri usai Sosialisasi Kabupaten Serang Sehat sebagai upaya peningkatan indeks kesehatan, di aula Tb Suwandi, Pemkab Serang, Selasa (15/5).


Selain masalah SDM, Sri mengungkapkan, permasalahan lain yang terjadi yaitu ketersediaan sarana dan prasarana fasilitas pelayanan kesehatan dasar. “Untuk sarana seperti puskesmas, di Kabupaten Serang ini sudah harus ada 50 kalau standar WHO sesuai dengan jumlah penduduk yaitu 1,4 juta, sementara kita baru ada 31. Karena kalau fasilitas kesehatan swasta, seperti klinik lebih banyak kuratif, jadi tidak masuk kriteria WHO,” ujarnya.


Adapun untuk memenuhi kebutuhan sarana tersebut, pihaknya telah merencanakan penambahan dua puskesmas yaitu puskesmas Kramatwatu II dan puskesmas Cikande II. “Seharusnya tiga tapi kita melihat kemampuan daerah. Tapi yang kami prioritaskan di kecamatan yang penduduknya sudah overload, sehingga perlu penambahan puskesmas. Sementara ini yang sudah overload ada yaitu Kecamatan Cikande, Kramatwatu, dan Kecamatan Cikeusal,” paparnya.


Ia mengungkapkan, meski telah ada anggarannya, namun rencana penambahan puskesmas tersebut tidak mudah, terutama terkait dengan pengadaan lahan. “Di Kramatwatu itu tahun 2016 pembelian lahan gagal, sampai sekarang kita belum berhasil mengadakan lahan. Kalau di Cikande sudah ada tinggal dibangun. Mudah-mudahan di Cikande itu  terealisasi maksimal tahun 2020 dan sudah ada puskesmas Cikande II,” harapnya.


Sedangkan terkait dengan peningkatan SDM, Sri mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya perbaikan baik dari segi kuantitas maupun kualitas. “Untuk SDM ini, dari kuantitas sudah pasti masih kurang belum lagi kualitas. Kita tahu ilmu kedokteran itu kan selalu berubah enggak statis, jadi kita harus update terus perekmbangannya. Karena itu keterampilan dalam pelayanan sangat dibutuhkan. Upaya peningkatan SDM ini terus kita lakukan,” katanya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook