Setahun Mengembara 55 Negara

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 17 Mei 2018 - 11:09:42 WIB   |  dibaca: 90 kali
Setahun Mengembara 55 Negara

JUMPA PERS : Sebuah mobil mercedes benz yang akan melakukan touring diperlihatkan saat menggelar jumpa pers di The Royale Krakatau Hotel Cilegon, Selasa (15/5).

CILEGON - Menempuh jarak 75.270,3 Kilo Meter (KM), melintasi 55 negara atau menempuh rute sepanjang Benua Asia, mengitari Benua Eropa dan sedikit melintas Benua Afrika akan dilakukan oleh 2 mobil merek Marcedes Benz yang terbilang sudah cukup tua.

Secara akal sehat hal tersebut tidaklah memungkankan. Apalagi, perjalanan tersebut diprediksi menghabiskan waktu selama kurang lebih 1 tahun perjalanan. Namun, hal tersebut ternyata menjadi tantangan bahkan menjadi program kerja Marcedes Benz Club (MBC) Banten yang akan memberangkatkan 2 mobil tua milik anggotanya untuk mengelilingi 3 benua tersebut.

Kedua mobil  Marsedes Benz tersebut adalah tipe 2803 keluaran 1983 atau yang lebih dikelan di Indonesia Mercy Tiger dan G300 keluaran 1995 dengan bentuk mobil jip masing-masing milik Aminulloh akan mengekpedisi 55 negara tersebut.

Dalam merealisasikan dan mensukseskan perjalanan tersebut berbagai persiapan sudah dilakukan secara maksimal, mulai dari persipan onderdil, membawa tim kesehatan dan perizinan lintas negara telah dilakukan.  


Road Manager Touring mengembara lintas benua MCB Banten, Adhi Purwanto mengatakan, tujuan melakukan touring mengembara lintas benua tersebut adalah untuk memotret secara langsung pengarus Indonesa di berbagai kota dan negara di tiga benua dari sisi peradaban yang sudah terkoneksi berabad-abad sebelumnya hingga sekarang, baik dari sisi sosial, budaya, ekonomi dan sisi lainnya.

 "Sebagai bangsa yang besar dengan kekayaan sumberdayanya kami merasa perlu mengkonfirmasi sekaligus mengidentifikasi peran Indonesia dalam kelangsungan perjalanan peradaban dunia, sehingga kami akan sampai pada kesimpulan sederhana bahwa kami bangga menjadi orang Indonesia," katanya kepada Banten Raya saat menggelar konfrensi pers di Restoran Crosberry Hotel The Royale Krakatau, Selasa (15/5).


Adhi menjelaskan, tim akan melakukan perjalanan pada Minggu (20/5) mendatang dan akan ada 8 orang yang berangkat, tiga diantaranya adalah satu keluarga terdiri dari bapak, ibu dan satu anak. Sementara, untuk keuangan panitia mengambilnya dari sejumlah anggota club serta donatur lainnya.

 "Tidak ada sponsor dari Marcedes sendiri, meskipun kami membawa merek mereka. Semuanya dari anggota dan sumbangan donatur. Sementara untuk angkanya kami tidak bisa menyampaikannnya kepada teman-teman (Wartawan-red)," jelasnya.


Sementara itu, Sekretaris Jendral (Sekjen) MBC Banten Enda Kurniawan mengungkapkan, Indonesia pernah menjadi negara yang dilintasi oleh hampir berbagai bangsa di dunia, tujuan mereka adalah untuk mengambil segala sumber daya alam (SDA) yang ada di Indonesia.

Artinya, Indonesia telah menymbangkan perannya kepada negara-negara, khususnya di Eropa untuk membuat negara tersebut kaya. Hal tersebut juga akan di konfirmasi, masihkah dunia mengenal nusantara yang sekarang menjadi Indonesia.

 "Kini di era abad-abad kejayaan yang sudah berlalu, masihkah negara di dunia mengenal nusantara. Sedangkan sekarang bukan hanya rempah-rempah yang mengalir keluar dan apakah Indonesia mash dirahasakan eksistensinya walaupun dunia sudah menikmati kekayaannya," ungkapnya.


Pembinan MBC Banten yang juga Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi berpesan kepada para tim untuk juga mengenalkan budaya Banten, khusunya Cilegon sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam sejarah dunia, termasuk juga Banten sebagai sebuah kerajaan yang pernah disinggahi beberapa bangsa eropa, baik Belanda, Portugis dan Inggris.

"Tentu harus dibesarkan juga busaya yang ada di Kota Cilegon. Hal ini agar dunia luar juga mengetahui. Apalagi cukup banyak perusahaan atau industri yang ada di Kota Cilegon berasal dari negara di Eropa dan Asia," ucapnya. (URI MASHURI)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook