Ibu Penjual Kopi Jualan Miras Oplosan

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Kamis, 17 Mei 2018 - 12:36:48 WIB   |  dibaca: 45 kali
Ibu Penjual Kopi Jualan Miras Oplosan

DIAMANKAN : Petugas Satpol PP Kota Tangerang mengamankan miras oplosan dari warung milik Atun, kemarin.

KOTA TANGERANG - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) me­ngamankan Atun, penjual kopi di se­kitar Kali Mookervart Daan Mogot Ko­ta Tangerang. Atun terpaksa diaman­kan lantaran tertangkap tangan menja­jakan minuman keras (miras) oplosan.


Atun yang semula marah dan tidak me­ngakui perbuatannya tersebut tidak ber­kutik saat petugas berhasil menga­man­­kan dua ember miras oplosan­ di wa­rung kopinya tersebut.
”Ba­rang bukti diamankan ke mako Sat­pol PP dan untuk warung kopi dibe­ri waktu membongkar sendiri sebelum di­ambil alih oleh Satpol PP untuk di­tertibkan,” kata Kepala Bidang Keterti­ban Umum pada Satpol PP Kota Tange­rang, Gufron Falfeli dalam keterangan ter­tulisnya kemarin (15/5).


Se­lain mengamankan Atun dan dua em­ber miras oplosan, pada kegiatan mo­nitoring tersebut petugas juga ber­has­il mengamankan beberapa anak ja­lanan dan sekumpulan anak punk yang ­kerap meresahkan masyarakat. ”Da­ri tangan anak punk tersebut ki­ta juga berhasil mengamankan sisa be­berapa butir obat tramadol yang ka­mi duga telah dikonsumsi oleh mere­ka,” jelasnya.


Ti­dak berhenti sampai di situ, saat pe­tugas menyisir di sekitaran lokasi lam­pu merah kehakiman dan lampu me­rah PLN, petugas juga berhasil me­ngamankan tujuh pengamen jalanan yang­ kerap meresahkan masyarakat. ”Se­telah didata dan dilakukan pem­bi­na­an, mereka yang sudah lebih da­ri satu kali tertangkap, kami kirim ke di­nas sosial untuk pembinaan lebih lan­jut,” tegasnya.


Ia ­mengaku, pihaknya akan terus m­e­nekan peredaran miras untuk mencip­takan kenyamanan dan keama­nan warga Kota Tangerang. ”Kita sering menerima keluhan da­ri masyarakat terkait maraknya para pe­ngamen atau anak jalanan dibawah pe­ngaruh minuman keras, untuk itu ki­ta akan terus mencoba dan berupaya un­tuk menekan peredaran miras di ko­ta tangerang,” ucapnya.


Anak jalanan yang dibawah pengaruh­ miras dalam melakukan aksinya, menu­ru­t­nya, tidak jarang melakukan aksi yang anarkis dan terkesan memaksa ke­pada para pengguna jalan. ”Dari pe­ngakuan mereka, dengan me­ngon­sum­si minuman keras dan tra­madol, pa­ra anak jalanan tersebut me­rasa le­bih berani dan percaya diri,” ung­kap­nya.


Ia ­berharap, peran ser­ta masyarakat dapat lebih dimaksimalkan dalam menekan peredaran miras, sehingga situasi dapat tercipta yang kondusif dan terkendali. ”Laporkan kepada kami jika masyarakat menemukan ada yang menjajakan minuman keras dan kami akan sesegera mungkin menindaklanjuti laporan masyarakat,” pungkasnya. (*/marjuki)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook