Petugas Temukan Makanan Mengandung Zat Berbahaya

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Kamis, 17 Mei 2018 - 12:38:53 WIB   |  dibaca: 96 kali
Petugas Temukan Makanan Mengandung Zat Berbahaya

BERBAHAYA : Petugas gabungan saat sidak di Pasar Serpong, Tangsel, kemarin.

KOTA TANGSEL - Petugas gabungan meng­gelar inspeksi mendadak (si­dak) di ­Pasar Serpong, Tangsel, kema­rin (15/5). Ha­silnya, petugas menemukan ma­kanan yang mengandung zat ber­bahaya yang dijual pedagang.


Peugas gabungan itu terdiri dari Dinas Per­in­dus­trian dan Perdagangan Ko­ta Tangerang Se­latan (Disperindag) Tangsel, BPOM Banten, DKP3 Tangsel, Labkesda Tangsel, dan Polres Tangsel. ”Da­ri 20 makanan yang kami perik­sa, ada empat makanan da­ri pedagang berbeda mengan­dung zat berbahaya. Tiga diantaranya me­ngandung formalin,” kata Ke­pala Seksi Pemeriksaan, Penyidi­kan, Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen (Pemdik Ser­lik) BPOM Banten, Faizal Mus­fofa, kemarin.


Dia menambahkan, sementa­ra satu jenis makanan lain me­ngan­dung zat rhodamin. Zat ter­sebut merupakan zat kimia yang sering terkandung di dalam ha­sil barang industri tekstil. ”Tiga makanan yang me­ngan­dung formalin tersebut adalah dua­ jenis cumi asin dari pedagang yang berbeda, sedangkan satu lain­nya adalah mie basah. Semen­tara yang megandung rhodamin ada­lah bahan makanan terasi,” ujar­ dia.


Ia mengatakan, BPOM akan te­rus melakukan pemeriksaan di ­sejumlah titik bersama dengan ins­tansi terkait lainnya di Kota Tangsel.Se­mentara itu, Kepala Disperin­dag­ Tangsel, Maya Mardiana me­ngatakan, sidak digelar un­tuk meningkatkan pengawasan. ”Se­betulnya ini merupakan ke­gia­tan rutin yang sering kami lak­sanakan, karena kebetulan men­jelang Ramadan jadi kita le­bih meningkatkan pengawasan ini,” jelasnya.


Me­nurut Maya, pihaknya me­man­­tau hampir setiap hari de­ngan sis­tem Pagar Tangsel. Disperindag memantau ke lapangan setiap ha­ri secara langsung ke beberapa­ pasar yang ada di Tangsel. ”Harganya hampir sama dengan yang­ ada di Pagar Tangsel, hanya ada­ kenaikan sedikit. Kenaikannya­ di­bawah 5 persen,” terangnya.


Mi­salnya, kata Maya, kenaikan pa­da cabe merah yang semula har­ganya Rp 36 ribu menjadi Rp 40­ ribu per satu kilogram (kg). Un­tuk beras, gula pasir dan minyak masih dibawah harga eceran­ tertinggi yang ditetapkan Ke­men­ter­ian Perdagangan. Misalnya be­ras premium ditetapkan Rp 12,800 di Tangsel masih Rp 12,000. ”Ayam broiler ada kenaikan seki­tar Rp 2,300. Harga tertinggi sebe­sar Rp 40 ribu. Sudah hampir se­minggu harga ayam ini naik,” bebernya.


Melihat adanya makanan berbahaya yang beredar di pasar, pemkot sudah melakukan koordinasi dengan satgas pangan yang memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi terhadap pedagang yang terbukti melakukan kecurangan. ”Sidak akan te­rus dilakukan sampai Lebaran un­tuk memastikan masyarakat bi­sa memenuhi kebutuhannya,” kata Maya. (*/marjuki)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook