Pelayanan di Disdukcapil Lumpuh

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Kamis, 17 Mei 2018 - 12:43:20 WIB   |  dibaca: 107 kali
Pelayanan di Disdukcapil Lumpuh

KENA PETIR : Petugas di Disdukcapil Kabupaten Serang membantu rekannya dengan mengunakan senter telepon seluler saat melayani pembuatan KTp elektronik di kantor Disdukcapil Kabupaten Serang, jalan Serang-Cilegon, kemarin.

SERANG - Pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Pendidikan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang lumpuh. Masyarakat sementara ini tidak bisa membuat KTP elektronik, akta kelahiran, atau kartu keluarga karena server utama disdukcapil mati setelah tersambar petir.


Kepala Disdukcapil Kabupaten Serang Asep Saepudin Mustofa mengatakan, petir menyambar menara disdukcapil, kemarin sekitar pukul 14.00 WIB dan menyebabkan sejumlah alat elektronik mati. Salah satunya adalah switch hub di server utama disdukcapil.

Selain itu, ada satu alat vital lagi yang menyebabkan seluruh data kependudukan tidak bisa diakses. "Kita akan berupaya secepat mungkin agar kondisi bisa pulih seperti sediakala. Alatnya kebetulan tidak ada di Serang, jadi harus ke Jakarta. Besok (hari ini -red) tim kita baru ke Jakarta. Jadi pelayanan semua terhenti sementara waktu," kata mantan Camat Kibin ini.


Asep mengatakan bahwa salah satu kendala dalam pelayanan di disdukcapil adalah masalah teknis. Tersambar petir adalah salah satunya. Ada juga server di pusat sulit diakses sehingga penunggalan KTP elektronik menjadi lama. Padahal, disdukcapil terus berupaya meningkatkan pelayanan, salah satunya dengan membentuk 17 unit pelayanan teknis dinas (UPTD) yang akan mulai beroperasi tahun ini.


Dasar hukum yang mengatur UPTD tersebut sudah terbit berupa Peraturan Bupati Serang Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pembentukan UPTD Pelayanan Administrasi Kependudukan. "Tinggal personilnya menunggu pelantikan. Setiap UPTD ada kepala UPTD, kasubag, dua orang operator, dan satu arsiparis," katanya.


Biaya operasional UPTD di tahun 2018 ini dihitung membutuhkan Rp2 miliar -Rp3 miliar. "Kalau peralatan rekam KTP semua kecamatan sudah punya. Tinggal beli sarana yang lain seperti komputer, mebeler, AC. Ya sementara mungkin nanti kalau belum beli kursi dan meja pinjam dulu ke kecamatan," katanya.


Jumlah warga di Kabupaten Serang yang belum merekam KTP elektronik tinggal 4.000 orang lagi dari total penduduk wajib KTP elektronik yang mencapai 1.053.378. "Yang belum cetak KTP elektronik 35.463 orang. Kalau dijumlahkan dengan yang 4.000 orang, yang belum punya KTPel itu 39.860 orang. Tapi kan yang 35.463 tinggal ambil KTP elektoniknya saja," katanya.


Sementara itu, kemarin pantauan Banten Raya, setelah petir menyambar menara disdukcapil, sebagian ruangan disdukcapil gelap gulita. Ada sejumlah komputer yang rusak karena terbakar. "Yang ini enggak bisa digunakan, tadi meledak ada suaranya," kata salah seorang petugas disdukcapil di ruang pengajuan berkas. Meski demikian, sebagian peralatan yang lain berjalan normal dan bisa digunakan. (fikri)

 

 

 

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook