Satu Polisi Palsu Kasus Bayah Ditembak

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Kamis, 17 Mei 2018 - 12:54:48 WIB   |  dibaca: 1254 kali
Satu Polisi Palsu Kasus Bayah Ditembak

PARAH : Tiga oknum LSM yang mengaku-ngaku sebagai polisi ditunjukkan dalam ekspos di Mapolda Banten, Rabu (16/5). Oknum LSM ini yang menjadi pemicu perusakan Mapolsek Bayah oleh nelayan.

SERANG - Polda Banten berhasil menangkap tiga dari lima oknum lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mengaku-ngaku sebagai polisi dan menjadi pemicu huru-hara di Mapolsek Bayah yang terjadi pekan lalu. Tiga orang ini berpura-pura menjadi intel Polsek Bayah dan menangkap Anwar (pengumpul benih lobster), dan Gugun (nelayan Bayah).

Padahal, itu hanya modus untuk mengambil harta Anwar dan Gugun. Ratusan nelayan marah dan merusak Mapolsek Bayah karena semula benar-benar mengira lima orang tersebut adalah anggota polisi.


Tiga oknum LSM itu adalah Hendra, Thoha, dan Sudin. Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo menuturkan, pihaknya pertama kali menangkap Hendra di rumahnya di Desa Cihara, Kabupaten Lebak pada Senin (14/5) pukul 02.00. Dari tangannya terdapat airsoft gun yang dipakai untuk mengancam Anwar.


"Sedangkan untuk pelaku Thoha kita tangkap di Saketi pada Selasa (15/5), pelaku juga ditembak pada bagian kakinya karena berusaha melarikan diri. Di hari yang sama kami juga juga berhasil menangkap Sudin di Wanasalam saat berada tengah sawah," katanya kepada Banten Raya di Mapolda Banten, kemarin.


Dalam kasus ini, pelaku yang berjumlah 5 orang itu, membagi tugasnya masing-masing seperti calon pembeli untuk memancing korban, dan ada yang mengaku sebagai anggota polisi.
"Mereka melakukan rencana kejahatan dengan berkumpul di rumah Sudin. Melakukan strategi dengan mencari korban dan Sudin juga yang menyiapkan mobil serta senjata api," jelasnya.


Setelah mendapatkan target pengepul benur atau anak lobster bernama Anwar dan Gugun, Listyo mengungkapkan, pelaku menangkap korbamnya dengan mengaku sebagai anggota polisi. Selanjutnya, korban dimasukan ke dalam mobil dan dibawa keliling kemudian diturunkan di tengah jalan.


"Mereka mengambil 6.000 benih lobster kemudian dijual dengan harga sekitar Rp5 juta dan uang milik korban sebanyak Rp23,5 juta juga diambil pelaku. Saat kita tangkap, uang benurnya hanya sisa 600 ribu, sedangkan uang Rp23,5 juta masih utuh," ungkapnya.


Lebih lanjut, Listyo menambahkan, saat menculik korban, para pelaku sempat dihalangi oleh nelayan. Namun pelaku menabraknya dan salah satu nelayan terluka. Kejadian itu memicu kemarahan nelayan yang berujung perusakan dan pembakaran mobil dinas Polsek Bayah."Kami langsung melakukan pemeriksaan terhadap anggota kami dari Polsek maupun Polda. Namun tidak ada anggota kami yang melakukan penangkapan," tambahnya.


Ketiga pelaku dapat terancam pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pencurian dan Kekerasan, pasal 368 KUHP tentang Pemerasan dan pasal 328 tentang Penculikan."Saat ini kami masih melakukan pengejaran terhadap dua orang yang masih menjadi buron (inisial AD dan AH). Dari tangan ketiganya kami menyita barang bukti berupa handphone, dua unit senpi jenis soft gun, dua unit motor, satu unit mobil, dan uang tunai sebesar Rp23,5 juta, serta sisa uang penjualan benur Rp600 ribu," tegasnya.


Selain menangkap tiga pelaku, Listyo menjelaskan pihaknya juga telah menetapkan 13 tersangka perusakan Mapolsek Bayah. Ketigabelas warga yang jadi tersangka yaitu J (20), E (50), D (35), H (36), G (40), R (32), H (33), MH (39), S (38), AH (33), M (40), YY (39) dan A (20).


"Dari ke 13 orang yang ditetapkan tersangka, 3 orang merupakan pelaku pembakaran mobil dinas dan 10 orang merupakan pelaku perusakan Polsek Bayah dengan batu dan kayu," jelasnya.


Dalam penetapan 13 tersangka itu, Listyo mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan tokoh ulama dan masyarakat Bayah, dan semua pihak mendukung upaya Polda Banten dalam menindak pelaku-pelaku perusakan dan pembakaran tersebut. "Kita sudah berkoordinasi dan menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat disana, dan semuanya mendukung agar pelaku ditindak," katanya.  (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook