Iman Protes Hak Politik Dicabut

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Kamis, 17 Mei 2018 - 12:57:10 WIB   |  dibaca: 111 kali
Iman Protes Hak Politik Dicabut

KEBERATAN : Terdakwa suap dokumen amdal Transmart Cilegon Tb Iman Ariyadi (kanan) membacakan nota mpembelaan di Pengadilan Tipikor Serang, Kota Serang, Rabu (16/5).

SERANG - Walikota Cilegon nonaktif Tb Iman Ariyadi menuding Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki kepentingan politik atas tuntutan yang dijatuhkan kepadanya.

Hal itu terungkap dalam dalam sidang tindak pidana korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri  (PN) Serang, dengan agenda pledoi atau pembelaan terdakwa Iman, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cilegon Ahmad Dita Prawira, dan Hendri selaku pihak swasta.


Diketahui sebelumnya, Iman dituntut 9 tahun penjara dalam kasus suap izin dokumen analisis dampak lingkungan (Amdal) PT Transmart Cilegon. Jaksa penuntut umum (JPU) juga menuntut pencabutan hak politik Iman selama lima tahun. JPU yakin bahwa Iman menggunakan pengaruhnya untuk kejahatan atas kasus suap izin amdal transmart Cilegon.


"Dengan pidana yang berat, saya memohon majelis hakim harus bisa melaksanakan tugasnya secara proporsional dan berkeadilan. Entah misi apa yang sedang dijalankan dan ingin dicapai oleh JPU sehingga harus menuntut dengan mencabut hak politik saya untuk dipilih, sepertinya JPU khawatir sekali bahwa saya akan dipilih kembali dalam panggung politik. 

Apabila dikaitkan tuntutan tersebut dengan perkara yang saya hadapi rasanya tidaklah berlebihan apabila saya menduga bahwa ada kepentingan politik tertentu yang dititipkan dalam tuntutan ini,” kata Iman di hadapan Ketua Majelis Hakim Epiyanto dan JPU KPK saat pembacaan pledoi, Rabu (16/5).


Menurut Iman, tuntutan JPU itu terlalu berat, apalagi selama ini dirinya selalu kooperatif menjalani semua proses hukum, baik saat dalam pemeriksaan maupun dalam persidangan. "Bentuk kooperatif yang saya lakukan antara lain, satu saya tidak ditangkap atau tertangkap tangan, akan tetapi saya datang sendiri ke KPK dengan itikad baik.

Dua saya tidak melakukan protes ketika rekening saya dan istri saya di blokir, padahal saya tidak pernah menerima uang dalam perkara ini. Ketiga, selama ini saya bersikap sopan dan menyampaikan yang sebenarnya. Saya yakin tidak akan ada satupun orang yang mengakui apa yang tidak pernah dilakukannya," ujarnya.


Iman mengungkapkan, meski informasi dirinya tertangkap tangan oleh KPK sudah dibantah atas ketidakbenaran berita tersebut oleh pihak keluarga, namun tidak mudah bagi dirinya maupun keluarga, untuk mengubah opini publik yang sudah terlanjur terbentuk. “Atas kuasa Allah akhirnya terbukti jika saya tidak di OTT. 

Ini menjadi pukulan psikologis bukan hanya saya, tapi juga anak, istri dan keluarga. Ini sangat menyakitkan, semoga hal seperti ini tidak terjadi lagi cukup saya dan keluarga saya yang menanggungnya,” ungkapnya.


Untuk itu, Iman berharap majelis hakim memutuskan perkara yang menjerat dirinya sesuai dengan fakta-fakta dalam persidangan, dan harus menjadi dasar dalam memberikan keadilan bagi dirinya maupun terdakwa lainnya.


Sementara itu, kuasa hukum Iman, Giofedi mengatakan, aliran dana sponshorship Cilegon United Football Club (CUFC) dari PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) dan PT Brantas Abipraya (BA) tidak masuk ke rekening Walikota Cilegon.


"Kemudian kehadiran terdakwa (Iman) bukan karena tertangkap tangan dan dalam persidangan tidak terbukti sama sekali adanya aliran dana atau hadiah yang masuk ke terdakwa. Berdasarkan fakta-fakta hukum itu, JPU tidak dapat membuktikan tuntutannya. Oleh karena itu bukti-bukti dari JPU tidak dapat dikualifikasikan sebagai bukti yang sangat meyakinkan," katanya.


Untuk itu, Giofedi meminta majelis hakim membebaskan terdakwa Iman Ariyadi dari tuntutan tersebut sesuai dengan pasal 191 ayat 1 kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) atau setidak-tidaknya melepaskan terdakwa dari semua tuntutan hukum. "Kami menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakini melakukan tindak pidana sebagaimana disebutkan dalam tuntutan," katanya. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook