ASN Nyabu Diberhentikan Sementara

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 18 Mei 2018 - 13:37:29 WIB   |  dibaca: 169 kali
ASN Nyabu Diberhentikan Sementara

SERANG- Pemprov Banten melalui Badan Kepegawaian Daerah memastikan akan memberhentikan sementara oknum ASN (aparatur sipil negara) berinisial GP (45) yang tertangkap aparat Polda Banten pekan lalu akibat kasus narkoba jenis sabu-sabu. GP bahkan terancam berhenti permanen jika putusan vonis pengadilan nanti lebih dari dua tahun.


Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten Komarudin saat dikonfirmasi Banten Raya di ruang kerjanya, Kamis (17/5). Menurut Komarudin, dirinya telah menugaskan kepala bidang disipilin pada BKD untuk berkoordinasi secara resmi dengan pihak kepolisian untuk memastikan apakah betul GP pegawai Pemprov Banten yang terkait kasus narkoba.


"Kalau memang betul dia ASN pemprov, dan kasusnya betul atas dugaan penggunaan narkoba, maka yang dilakukan BKD adalah memberhantikan sementara dari ASN-nya. Dia kan tidak akan melaksanakan pekerjaannya toh, ditambah kasusnya narkoba. Tapi ini kita mau pastikan dulu," ujar Komarudin.


Komarudin menjelaskan, jika GP divonis kurang dari dua tahun, ada kemungkinan GP bisa diangkat kembali menjadi ASN. Namun jika lebih dua tahun, kemungkian diberhentikan permanen. "Kalau di bawah dua tahun berarti dia sebagai pemakai, kalau di atas dua tahun berarti dia diasumsikan sebagai pengedar. Kalau sudah sebagai pengedar, ya sudah dipermanenkan (pemberhentiannya)," jelas Komarudin yang juga menjabat Pj Bupati Tangerang ini.

.
Komarudin mengungkapkan, aturan pemberhentian sementara dan pemberhentian pejabat yang tersangkut masalah hukum mengacu pada undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang ASN, dan Peraturan Pemerintah nomor 11 tahun 2017 tentang manajemen ASN. Menurut Komarudin, selama diberhentikan sementara, GP hanya akan menerima setengah dari gaji pokok, tanpa ada tunjangan apa pun.


"Terkait pengangkatan kembali juga kita lihat dulu situasinya, tidak otomatis juga langsung diangkat kembali meski vonisnya di bawah dua tahun. Kita lihat lagi formasinya. Kita pantau juga," katanya seraya menjelaskan bahwa pemberhentian sementara akan ada SK gubernur.


Komarudin mengaku prihatin dengan adanya oknum pejabat pemprov yang tersangkut kasus narkoba. Menurutnya, kasus narkoba di kalangan pegawai cukup tinggi. Malah sebelum kasus GP mencuat, ada tiga pegawai yang statusnya diberhentikan sementara karena kasus serupa. "Tapi itu kasusnya sudah lama. Memang kita prihatin lah. Terutama dari sisi kepegawaian. Kita punya tantangan besar di Banten, sebab kan narkoba itu extra ordinary crime, dan angkanya lumayan tinggi juga," jelasnya.


Komarudin mengungkapkan, setelah ada kasus ini BKD akan menegakkan aturan pegawai. "Kita tidak akan pandang bulu, siapa yang terlibat kita tegakkan aturan," katanya.
Selanjutnya, untuk meminimalisasi dan mencegah kejadian lagi, BKD akan menggencarkan pemeriksaan atau tes urine kepada seluruh ASN Pemprov Banten. "Kita akan rutinkan pemeriksaan, tapi kapan dimana, caranya bagaimana, (masih) rahasia. Nanti kalau perlu kita anggarkan di perubahan APBD ini, kita kerjasama dengan BNN," tegasnya.


Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah saat diwawancara mengaku mendukung upaya-upaya aparat penegak hukum dalam upaya memberantas narkotika, termasuk di kalangan pegawai. Asep juga mengapresiasi BKD yang mengambil tindakan tegas kepada pejabat ASN yang terlibat kasus narkoba. "Aturan kepegawaian harus ditegakan, jangan pandang bulu atau pilih pilih. Kita dari DPRD mendukung dan sepakat untuk memerangi narkoba," ujar Asep.


Diberitakan sebelumnya, petugas Ditrektorat Reskrim Narkoba Polda Banten menangkap dua oknum ASN yang terbukti menggunakan narkoba jenis sabu. Satu ASN diketahui berinisial GP yang merupakan pejabat eselon IV di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten, sedangkan satu lainnya adalah FS (51) pejabat di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang.

Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Banten AKBP Thelly Iskandar Muda mengatakan, petugas awalnya penangkapan FS di pinggir Jalan Lingkar Selatan (JLS) Ciracas. pada Selasa (8/5). Saat ditangkap dan dilakukan penggeledahan, petugas menemukan 3 bungkus plastik bening berisi narkoba seberat 0,39 gram. "


Selain menemukan 3 bungkus narkoba, kami juga melakukan penggeledahan di rumah tersangka di Komplek Taman Graha, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang. Di sana, kami menemukan 3 buah pipa bekas pakai dan seperangkat alat hisap atau bong yang disimpan di dapur.


Setelah kita interogasi, FS mengaku bahwa narkoba tersebut didapat dari saudara GP. Kemudian kami meminta FS untuk memesan narkoba kepada GP, untuk kembali melakukan penangkapan terhadap GP," ungkapnya.


GP ditangkap pada Rabu (9/5) di jalan Kaujon Pasar Sore, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang. Dari GP, polisi menemukan barang bukti 1 bungkus platik berisi sekitar 0,42 gram sabu yang disembunyikan di kantong celana sebelah kiri. Atas kasus itu, kedua oknum ASN ini kini ditahan polisi sambil menunggu proses selanjutnya. (rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook