Dinkes Waspadai Takjil Berbahan Pengawet

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Sabtu, 19 Mei 2018 - 11:35:18 WIB   |  dibaca: 448 kali
Dinkes Waspadai Takjil Berbahan Pengawet

TAKJIL : Penjual takjil melayani calon pembeli di Pasar Lama, Kota Serang, Jumat (18/5). Dinas Kesehatan Kota Serang berencana mengecek makanan buka puasa itu untuk mewaspadai penggunaan zat pewarna atau zat berbahaya lainnya.

SERANG- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang akan memeriksa takjil atau makanan untuk berbuka puasa yang dijual di tempat-tempat umum, khususnya di lokasi tempat berjualan takjil. Hal ini dilakukan untuk memastikan makanan yang dikonsumsi masyarakat aman dari bahan berbahaya atau pengawet.


Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Serang Hasan mengungkapkan bahwa saat Ramadan banyak pedagang yang memanfaatkan momentum demi meraup untung besar memang kerap terjadi. Karena itu, untuk memastikan takjil yang dijual pedagang untuk masyarakat luas harus dipastikan aman. “Makanya kami akan memeriksanya seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Hasan, Jumat (18/5).


Hasan mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu Dinkes Kota Serang juga sudah menggelar pemeriksaan di Pasar Induk Rau (PIR) bersama Dinas Perdagang Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Serang dan Balai Pemeriksa Obat dan Makanan Provinsi Banten. Tidak menutup kemungkinan pemeriksaan yang sama juga akan kembali dilakukan oleh instansi-instansi terkait ini. Meski demikian ia memastikan belum mengetahui jadwal pastinya. “Kalau dikasih tahu nanti bocor duluan,” katanya.


Hasan mengungkapkan bahwa bahan pengawet berbahaya yang digunakan untuk makanan pembuka puasa biasanya adalah jenis boraks. Makanan yang menggunakan boraks biasanya memiliki tekstur yang kenyal. Sementara pewarna makanan berbahaya biasanya yang digunakan adalah rodamin B yang sebenarnya merupakan pewarna tekstil.

Pewarna menggunakan rodamin B biasanya memiiki warna yang lebih terang dan menarik. Untuk itu ia meminta konsumen waspadai bla menemui makanan dengan ciri-ciri seperti itu. “Kalau makanan kemasan waspada dengan yang kalengnya penyok atau rusak karena bahaya,” katanya.


Kepala Seksi Farmasi dan Alat Kesehatan pada Dinkes Kota Serang Ade Elman Suhendar mengatakan bahwa mengonsumsi bahan pengawet sintetis dan pewarna kimia memang tidak akan menimbulkan dampak secara langsung, melainkan akan terasa ketika sudah mengonsumsinya dalam jangka panjang. Adapun dampak yang dapat dirasakan setelah mengonsumsi bahan pengawet sintetis dan pewarna kimia dalam jangka panjang akan menyebabkan gatal-gatal, alergi, bahkan dapat menyebabkan kanker.


Ade mengungkapkan bahwa Dinkes Kota Serang sebetunya sudah sering memberikan penyuluhan kepada para pedagang agar tidak mencampur makanan yang dijual dengan bahan kimia berbahaya. Meski demikian masih saja ada yang bandel, sehingga akan merugikan konsumen. “Makanya kami juga meminta masyarakat agar menjadi konsumen cerdas,” ujarnya. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook