Mengajar Puisi Harus Mengasyikkan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Sabtu, 19 Mei 2018 - 11:38:21 WIB   |  dibaca: 349 kali
Mengajar Puisi Harus Mengasyikkan

PUISI : Suasana resital musikalisasi puisi yang dilakukan mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Untirta Serang di Rumah Dunia, Jumat (18/5).

SERANG- Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang menggelar resital musikalisasi puisi, di Rumah Dunia, Jumat (18/5), pukul 15.30-17.45. Kegiatan ini digelar agar mahasiswa mendapatkan pengalaman menyenangkan saat belajar puisi.


Firman Venayaksa, salah satu pengajar di Untirta mengatakan bahwa di jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Untirta Serang ada mata kuliah musikalisasi puisi. Mata kuliah ini sudah berjalan empat tahun. Tahun ini resital musikalisasi puisi diberi judul "Taman Dunia" yang terinsiprasi dari puisi yang diciptakan Amir Hamzah.


“Selain itu ada juga puisi-puisi Rendra, Ajip Rosidi, Sitor Situmorang, termasuk puisi Toto St Radik yang ditransformasi ke dalam bentuk musikalisasi,” kata Firman yang merupakan pengampu mata kuliah ini.


Firman mengungkapkan bahwa tujuan digelarnya resital musikalisasi puisi ini agar mahasiswa bisa mengenal dan memahami proses musikalisasi puisi. Bahwa sebuah puisi bisa dibuatkan menjadi lagu sehingga akan lebih mudah mengingatnya dan pembelajaran puisi akan lebih menyenangkan.


"Nanti ketika mereka menjadi guru mereka akan mengajarkan puisi kepada siswanya. Dari pengalaman ini mereka diharapkan bisa mengajarkan puisi jadi lebih mengasyikkan," ungkap Firman.


Selama resital musikalisasi puisi digelar, setiap penonton yang hadir diharapkan menyumbangkan minimal satu buku yang nanti akan disebar ke taman bacaan masyarakat atau TBM-TBM yang membutuhkan.

Resital musikalisasi puisi merupakan hajat tahunan. Secara kebetulan resital musikalisasi puisi tahun ini bertepatan dengan Hari Buku Nasional. “Semoga pementasan ini juga memberikan impact kepada masyarakat sehingga gerakan literasi di kampus-kampus kian semarak," ujar Firman.


Selain mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Untirta,  pementasan ini didukung pula oleh mahasiswa Jurusan Sendratasik, Salbai, Rumah Dunia, Motor Literasi, dan Forum TBM. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook