Perbaikan JLS Tunggu Proses Lelang

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Sabtu, 19 Mei 2018 - 11:41:56 WIB   |  dibaca: 453 kali
Perbaikan JLS Tunggu Proses Lelang

DIPERCEPAT : Suasana perbaikan gorong-gorong di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon kilometer 8 di Kelurahan Leba Denok, Kecamatan Citangkil yang terus dipercepat, Jumat (18/5).

CILEGON - Perbaikan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon yang ambrol di kilometer 8, tepatnya di Kelurahan Lebak Denok, Kecamatan Citangkil segera dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon. Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon masih menunggu proses lelang.

Sekretaris DPUTR Kota Cilegon, Ridwan mengatakan, saat ini pihaknya sudah mengajukan lelang perbaikan JLS yang ambrol. Lelang juga menggunakan jalur cepat karena sifatnya darurat. "Saat ini masih menunggu lelang selesai. Kami berharap, pekan depan selesai lelang dan langsung dikerjakan oleh pemenang lelang," kata Ridwan kepada Banten Raya, Jumat (18/5).


Dijelaskan Ridwan, pengerjaan perbaikan gorong-gorong yang ambrol tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 20 hari, sehingga pada tujuh hari sebelum (H-7) Lebaran 2018 sudah bisa tuntas dan bisa dilewati kendaraan. "Kalaupun H-7 belum selesai, kami berharap Lebaran bisa selesai, karena padatnya arus wisata menuju Anyer itu kan pasca Lebaran," jelasnya.


Menurut Ridwan, meski pihaknya masih menunggu proses lelang, namun saat ini pengerjaan perbaikan sudah mulai dilakukan oleh swasta. Adanya kepedulian swasta dengan melakukan perataan dan pembuatan pondasi di di bawah jalan yang ambrol sudah berjalan sejak beberapa hari lalu. "Sudah ada alat berat yang ada di lokasi itu dari swasta, tapi tentu di bawah koordinasi DPUTR," tuturnya.


Ditegaskan Ridwan, gorong-gorong yang ambrol akan dilakukan perbaikan kembali dengan dibuatkan gorong-gorong kembali. Tentu, dengan kapasitas yang lebih besar. Jika sebelumnya diameter gorong-gorong hanya sekitar satu meter, maka gorong-gorong baru yang akan dibuat itu lebarnya sekitar empat meter. "Itu tetap kami buatkan gorong-gorong bukan jembatan, karena memang itu bukan sungai yang besar hanya saluran air saja. Saat banjir kemarin, ada sungai yang meluap jadi larinya ke aliran air tersebut sehingga membuat ambrol gorong-gorong," tegasnya.


Ditambahkan Ridwan, pasca banjir dahsyat akhir April lalu, pihaknya juga sudah mengaudit beberapa gorong-gorong dan jembatan yang ada di JLS. Hasilnya, memang ada beberapa jembatan yang butuh perbaikan pasca banjir. "Tapi, masih dalam kondisi aman dan tidak ada kerusakan parah untuk gorong-gorong dan jembatan lain di JLS. Hanya butuh perawatan sedikit saja," tambahnya.


Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan dan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) Kota Cilegon Syafrudin menjelaskan, lelang proyek perbaikan JLS senilai Rp 1,7 miliar itu akan ditetapkan. "Lelang ini kita gunakan lelang cepat," jelasnya.


Setelah adanya pemenang lelang, terang Syafrudin, Surat Perintah Kerja (SPK) juga akan segera menyusul. Dengan seperti itu, pengerjaan proyek pun bisa langsung dilakukan oleh perusahaan pemenang tender. Terkait lelang cepat yang dilakukan oleh Pemkot Cilegon itu, untuk menetapkan perusahaan yang mengerjakan proyek.

Penetapan lelang cepat itu sudah mendapatkan  persetujuan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Beberapa yang menjadi pertimbangan adalah sangat pentingnya peran jalan itu demi perekonomian Kota Cilegon serta telah masuknya bulan Ramadan. (gillang)

c

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook