Dewan Dukung Penolakan CCM

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Sabtu, 19 Mei 2018 - 11:43:47 WIB   |  dibaca: 518 kali
Dewan Dukung Penolakan CCM

PROYEK CCM : Pekerja tengah menyelesaikan pembuatan atap pada proyek CCM, kemarin.

CILEGON – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon mendukung warga Lingkungan Priuk, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Jombang yang menolak beroperasinya Cilegon Center Mall (CCM) karena tidak mengakomodir kepentingan warga. Sebab, mengakomodir kepentingan masyarakat merupakan sebuah keharusan agar investasi bisa bermanfaat dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon, Yusuf Amin mengatakan, jika ada investasi masuk dan datang maka sewajarnya warga yang ad disekitarnya mendapatkan porsi tenaga kerja dan ruaang usaha. Sebab, tujuan dari sebuah investasi adalah untuk mensejahterakan warga, bukan hanya datang dan waga menjadi penonton.

"DPRD Kota Cilegon mendukung sepenihnya proses yang dilakukan oleh warga dengan melakukan penolakan. Jika memang tidak ada kesepakatan atau ada kesepakatan namun diingkari, maka harus ditolak. Sebab, investasi itu datang untuk warga bukan untuk orang luar," katanya kepada Banten Raya, Jumat (18/5).


Yusuf menjelaskan, DPRD Kota Cilegon juga mendesak kepada pihak terkait seperti Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon untuk memfasilitasi persoalan kepsepakatan tenaga kerja dan juga dinas lainnya jika hal tersebut berkaitan dengan usaha atau lainnya.

 "Manajemen harus menerima apa yang diinginkan oleh warga. Sebab, keberadaan investasi penting dalam rangka membangun kesejahteraan. Disamping itu, harmonisasi juga antara pengusaha dan warga bisa terjalin jika pengusaha tersebut memprioritaskan tenaga kerja lokal maupun pengusaha lokal," jelasnya pria yang akrab disapa Yusmin ini.


Yusmin menambahkan, pemerintah harus terlibat, karena adanya investasi bukan hanya menjadi target kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) saja, tapi juga bagaimana caranya investasi memberikan efek dan ada dampak terhadap warga. "Jangan cuma mikir PAD saja, sementara warga tidak mendapatkan kerja dan usaha. PAD penting namun juga warga enjadi prioritas," tambahnya.

Sementara itu, Tokoh Pemuda Lingkungan Periuk, Aab Bustomi mengungkapkan, pada Sabtu (19/5), warga akan bertemu dengan pihak manajemen PT Yesterland sebagai pengelola CCM untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi. Namun, jika warga tidak mendapatkan apa yang menajadi keinginan masalah tenaga kerja dan usaha, maka warga akan tetap menolak.

 "Kami berharap pertemuan besok (Sabtu-red) akan mendapatkan titik terang. Jika kami tidak dipenuhi kepentingannya, maka kami akan menutup akses jalan CCM. Persolaannya untuk apa ada inventasi sementara tidak memberikan manfaat bagi warga," ungkapnya. (uri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook