Perampok SPBU Depresi Ringan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 21 Mei 2018 - 13:13:09 WIB   |  dibaca: 249 kali
Perampok SPBU Depresi Ringan

HASIL RAMPOKAN : Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin menunjukkan barang bukti uang hasil rampokan yang dilakukan oleh oknum polisi di SPBU Ciceri Serang, kemarin.

SERANG- Tim psikologi Polda Banten telah menyerahkan hasil pemeriksaan kejiwaan Brigadir ESS, pelaku perampokan di Stasiun Pengisian Bahan-Bakar Umum (SPBU) Ciceri, Kota Serang beberepa waktu lalu. Hasil pemeriksaan diketahui bahwa anggota reskrim Polres Serang Kota tersebut mengalami depresi ringan.
 

Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin membenarkan jika pihaknya telah menerima hasil pemeriksaan oknum polisi pelaku perampokan SPBU Ciceri, dari Polda Banten. Hasilnya pelaku memang mengalami depresi."Hanya mengalami depresi ringan," katanya kepada Banten Raya, Minggu (20/5).


Meski mangalami depresi, Komarudin menegaskan bahwa pihaknya akan terus memproses kasus tersebut dan pihaknya telah menetapkan Brigadir ESS sebagai tersangka dan pihaknya akan terus mengembangkan kasus perampokan tersebut."Sudah tidak ada kendala, dan kasus ini tetap dilanjutkan," tegasnya.


Komarudin menjelaskan, akibat perbuatannya, pelaku dapat dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman penjara selama 9 tahun."Termasuk juga kepada pelaku yang diketahui anggota (polisi) kita proses kode etiknya," tandasnya.


Komarudin mengungkapkan bahwa dalam kasus ini pihaknya masih mempelajari motif kejahatan yang dilakukan anggota satuan reskrim tersebut. Apalagi pelaku secara terang-terangan mengaku sebagai anggota polisi.

"Kami harus mendalami motif pelaku melakukan kejahatan seperti ini, karena ini bukan suatu hal yang tak lazim. Kami melihat dari modus atau cara pelaku melakukan kejahatan, dia tidak menutupi identitas dan dengan terang-terangan mengaku sebagai anggota Polres Serang Kota. Pelaku juga melakukan kejahatan pada suasasa yang tidak sepi," katanya.


Selain itu Komarudin mengatakan, dari pemeriksaan awal pelaku mengaku mengambil uang Rp 400 juta. Padahal nominal uang yang diambil dari SPBU itu jumlahnya hanya Rp 50 juta. "Kami tanyakan bagaimana pelaku mengetahui uang itu Rp 400 juta, oleh pelaku uang itu ditulis Rp 100 juta per gepok (ada empat). Apa pelaku belum pernah melihat uang Rp 100 juta atau gimana saya tidak tau," tutur Kapolres.


Untuk saat ini polisi masih mengembangkan kasus perampokan tersebut dan belum mengarah adanya keterlibatan orang lain."Ini masih kita kembangkan. Sementara ini kita belum mengarah ada keterlibatan orang dalam," tambahnya. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook