Toko Mebel dan Mobil Hangus Terbakar

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 21 Mei 2018 - 13:31:50 WIB   |  dibaca: 275 kali
Toko Mebel dan Mobil Hangus Terbakar

PEMADAMAN : Petugas memadamkan api yang menghanguskan toko mebel di Kampung Sidayu, Desa Kebon, kemarin.

SERANG- Sebuah toko mebel milik Nana (49) yang berlokasi di Kampung Sidayu, Desa Kebon, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang hangus terbakar, Minggu (20/5) pukul 05.10. Kebakaran itu juga menghanguskan 1 unit mobil pick up. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi ketika toko yang juga dipakai sebagai penyimpanan kayu itu dalam keadaan kosong. Tiba-tiba dari lokasi tumpukan kayu mengeluarkan api yang cukup besar.
 
Akibat bahan yang mudah terbakar, api dengan cepat merembet dan membakar seluruh isi ruangan maupun bangunan. Api dapat dipadamkan pada pukul 06.05, setelah 4 unit mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi kejadian.


Reza, warga sekitar mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. Usai melaksanakan salat Subuh, dia dan warga lainnya melihat api sudah besar dan menghanguskan sebagian isi bangunan toko mebel tersebut."Api sudah besar, membakar tumpukan kayu dan mobil," katanya.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Derah (BPBD) Kabupaten Serang Nana Sukmana saat dikonfirmasi juga mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut. "Baik kerugian maupun penyebab kebakaran belum bisa dipastikan," katanya kepada Banten Raya, kemarin.


Nana menambahkan, dalam memadamkan api di toko mebel itu, pihaknya menerjunkan 4 unit mobil damkar, yaitu 1 unit mobil pemadam jenis watter pump kapasitas 3000 liter, dan 3 unit mobil pemadam kapasitas 5000 liter dari Damkar Kota Serang. "Untuk memadamkan api di sana, kita dibantu tim pemadam dari Kota Serang," tambahnya.


Guna mencegah hal yang serupa, Nana meminta kepada masyarakat agar waspada terhadap kemungkinan kebakaran, terutama saat bulan puasa ini. Sebab, pada bulan puasa terjadi perubahan perilaku masyarakat yang berpotensi memicu kebakaran.
 
"Yang rawan itu sewaktu sahur, dini hari biasanya masih tidur ini kemudian bangun masak, menghangatkan makanan, nah itu rawan, karena masih ngantuk, sering lupa matikan kompor, itu bahaya," katanya.
 

Selain itu, Nana menambahkan, bulan Ramadan biasanya terjadi peningkatan aktivitas memasak untuk konsumsi rumah tangga maupun dijual. Untuk itu, masyarakat harus lebih berhati-hati kembali."Aktivitas ini tentu menggunakan kompor dan peralatan listrik yang harus diwaspadai karena bisa korslet dan memicu kebakaran," jelasnya. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook