Tak Ada Mudik Gratis

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 21 Mei 2018 - 14:09:14 WIB   |  dibaca: 718 kali
Tak Ada Mudik Gratis

FASILITAS PELU DITINGKATKAN : Tim dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Ri meninjau Terminal Terpadu Merak (TTM), Minggu (20/5).

SERANG- Pemprov Banten tidak mengadakan program mudik gratis bagi warga Banten (perantau) yang akan mudik ke sejumlah daerah di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur lebaran tahun ini.

Program mudik gratis itu diganti dengan program penyediaan angkutan Lebaran untuk warga Banten yang akan pulang ke kampung halamannya di wilayah selatan. Kepala Seksi Angkutan Penumpang pada Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten Achmad Najiullah membenarkan bahwa pihaknya tidak menyelenggarakan program mudik gratis seperti tahun-tahun sebelumnya. “Tahun ini adanya bus dukungan angkutan lebaran, tidak ada (program) mudik gratis," ujar Achmad, akhir pekan lalu.

Dijelaskan Achmad, angkutan Lebaran berupa bus ukuran tiga per empat disediakan gratis hanya untuk warga yang akan pulang ke kampung halamannya di wilayah Banten Selatan (Lebak dan Pandeglang), seperti daerah Bayah, Cibaliung, Sumur, dan lainnya. "Nanti busnya mangkal di Terminal Pakupatan. Warga bisa naik gratis, tapi nanti warga yang akan ikut program itu bisa daftar dulu dengan menunjukan KTP," jelasnya.


Menurut Achmad, bus yang dilengkapi pendingin ruangan atau AC itu sengaja disediakan gratis karena selama ini banyak warga yang mengeluhkan mahalnya tarif angkutan menuju wilayah selatan Banten, saat arus mudik Lebaran. “Masalahnya kan tarif angkutan ke selatan itu gila-gilaan (saat Lebaran). Makanya kita sediakan mobil AC ukuran tiga per empat gratis. Rencananya ada 29 unit, tapi sekarang masih tahap lelang, anggarannya Rp 400 jutaan,” ungkapnya.


Ditanya apakah program itu tidak menimbulkan gejolak atau protes dari pengemu angkutan yang biasa melayani jalur selatan, Achmad mengaku pihaknya tak mau ambil pusing. Menurutnya, jika hal itu (penolakan) terjadi, program tersebut tidak akan dilanjutkan pada tahun berikutnya.

“Makanya kita bekerja sama dengan (angkutan) elf. Kan (angkutan elf) di bawah Organda (organisasi angkutan darat). Ini juga kan permintaan organda. Sementara ini kan baru uji coba, kalau nanti ada benturan ya sudah kita tutup saja (tahun berikutnya),” tegasnya


Achmad mengaku belum bicara banyak mengenai teknis program tersebut. Sebab, saat ini belum ada perusahaan angkutan yang berminat mengikuti lelang tersebut. Padahal Dishub sudah membuka lelang untuk kedua kalinya, namun belum ada perusahaan yang mendaftar. “Belum ada mobilnya, karena ini sudah (lelang) kedua nih, (tapi) belum ada yang bersedia. Kebanyakan minta dibayar dimuka, bayar diawal. Kita kan enggak bisa begitu, kerja dulu baru dibayar,” ujarnya.


Ia menuturkan, jika sampai tiga kali lelang tidak ada juga peserta yang berminat, Dishub akan menunjuk langsung. “Saya coba komunikasi ke Organda untuk menyiapkan armada. Penunjukan (langsung) aja, itu diperbolehkan karena waktu mepet. Tapi kalau enggak ada yang minat ya sudah tidak terlaksana, tidak bisa dipaksakan kan,” jelasnya.


Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishub Provinsi Banten Herdi Jauhari menambahkan, dukungan angkutan lebaran tersebut merupakan bagian dari program mudik gratis. “Mudik gratis tetap ada, hanya saja konsepnya berbeda dengan tahun sebelumnya," ujarnya.


Menurutnya, pada Lebaran tahun ini Dishub menyediakan angkutan mudik gratis untuk wilayah Banten. Pemprov ingin melayani warga Banten selatan yang mengeluh tarif tinggi setiap musim mudik lebaran.


"Kalau tahun sebelumnya kan kita memberangkatkan (masyarakat) dari Banten ke luar Banten. Kami ingin orang Banten yang di luar, diterima dengan baik. Mudik gratis dari Terminal Serang ke rumahnya masing-masing yang di Lebak, di Labuan, Bayah, Malingping," jelasnya seraya menjelaskan bahwa program tersebut adalah test case atau uji coba. "Kita lihat ada gejolak atau tidak. Harapannya tahun depan mau difasilitasi dari Jakartanya di Terminal Kalideres atau Terminal Rambutan," ujarnya.


Untuk teknis pemberangkatannya, jelas Herdi, warga yang tiba di Terminal Pakupatan bisa mendaftarkan diri ke petugas dengan menunjukan KTP Banten. "Syaratnya cukup (menunjukan) KTP Banten saja. Nanti ada tiga keberangkatan, jadi tidak setiap saat," ujarnya.


Sementara itu, terkait dengan persiapan mudik lebaran, kemarin, Direktur Sarana dan Prasarana pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI Wahyuningrum meninjau Terminal Terpadu Merak di Kota Cilegon. "Terminal Merak akan kami tingkatkan, khususnya dalam hal pelayanan kepada masyarakat.

Yang pertama yaitu fasilitas seperti toilet, musala, ruang tunggu, serta gangway menuju Pelabuhan Penyeberangan Merak yang kondisinya gelap harus mendapat penanganan. Saya minta ke kepala terminal untuk diperbaiki fasilitas yang kurang. Paling tidak H-14 Lebaran sudah selesai,” katanya.


Yang kedua, kata Wahyu, yaitu sterilisasi terminal. Orang yang tidak berkepentingan di terminal tidak boleh berada di area terminal. Pedagang asongan atau tukang ojek juga akan diupayakan memiliki seragam. "Ini semata-mata agar penumpang dari luar kota tahu mana yang memang pedagang, mana ojek. Agar, kenyamanan dan keamanan di Terminal dapat dirasakan maysarakat dan tidak ada lagi praktik percaloan dan kejahatan lainnya,” tuturnya.


Menurutnya, reformasi layanan pada angkutan darat perlu dilakukan untuk menarik minat masyarakat dalam menggunakan bus. "Angkutan bus mendapatkan tantangan contohnya dengan semakin banyaknya kendaraan pribadi yang bisa dibeli oleh masyarakat. Tetapi, ketika arus mudik, penggunaan angkutan umum jelas akan mengurangi kemacetan dan lebih safety," ucapnya.


Selain itu, peningkatan fasilitas layanan kepada penumpang, kondisi sarana juga perlu diperhatikan. "Dari beberapa PO bus yang tadi ada di sini (TTM -red) itu hal yang perlu diperhatikan adalah armadanya. Baik fisik bus maupun teknis, itu harus diuji secara berkala. Jika memang ada yang tidak layak kandangkan saja jangan kasih kesempatan beroperasi,” katanya.


Ditambahkannya, jika ada bus yang kecelakaan di jalan raya akibat kondisi bus yang tidak laik, maka kepala terminal tempat bus diberangkatkan harus bertanggungjawab. “Jadi jangan main-main kalau soal uji fisik bus. Bus yang dijalankan itu yang memang benar-benar laik jalan,” tambah Wahyu.


Kepala TTM Sugiyo mengatakan, saat ini beberapa fasilitas memang sedang dalam tahap perbaikan. Seperti ruang tunggu penumpang. “Termasuk kebersihan toilet, musala, dan gangway menuju pelabuhan akan kami tambah lampu penerangan. H-14 nanti kita sudah siap layani pemudik, meski kami prediksi baru pada H-8 ada lonjakan pemudik,” jelasnya.


Ia menambahkan, bukan hanya kondisi fisik terminal, terkait dengan uji kelaikan bus juga sudah rutin dilakukan. Bahkan, ia menjamin bus yang memiliki trayek TTM ke berbagai kota di Pulau Jawa, 100 persen laik jalan. “Kalau yang tidak laik kita tidak keluarkan surat jalan. Saat keluar terminal semua kelengkapan bus baik surat-surat maupun manifes penumpang kami periksa di pintu keluar terminal,” tutup Sugiyo.


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan jika pihaknya telah mengantisipasi lonjakan mudik 2018. Hingga saat ini jumlah pemudik terbesar ada di sektor udara. Yakni mencapai delapan juta pemudik. Sedangkan pengguna transportasi darat sekitar 7 hingga 8 juta pemudik, kereta api 3 juta pemudik dan laut sekitar 1,5 juta pemudik.

 ”Prediksi puncak arus mudik dari perjalanan yang menggunakan kereta api di tanggal 13 Juni 2018 atau H-2 lebaran dan perkiraan puncak purna lebaran pada tanggal 17 Juni 2018 atau H+2,” tutur Budi dalam keterangan persnya kemarin. (rahmat/gillang)

 

 

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook